Penghentian Bea Keluar CPO Untungkan Petani
Sabtu, 11 Oktober 2014 15:33 WIB
PEKANBARU - Penghentian bea keluar CPO menguntungkan petani karena proses tersebut menyebabkan, harga Tandan Buah Segar (TBS) membaik, bahkan cenderung mengalami peningkatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs Zulher MS Jumat (10/10) di Pekanbaru. Menurutnya, proses yang berpihak ke petani itu merupakan kebijakan resmi dari Pemerintah Pusat.
Hanya saja, hal itu berimbas pada perjuangan memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perkebunan kelapa sawit terhenti. Pasalnya bea keluar yang menjadi pertimbangan untuk merebut DBH tidak lagi dikeluarkan.
"Ya secara otomatis memang tidak ada lagi celah untuk DBH sawit. Pasalnya, bea keluar untuk CPO sudah tidak ada lagi, tapi ini juga langkah positif bagi petani dan daerah," tuturnya.
Saat ditanyakan mengenai perjuangan untuk kontribusi pusat bagi daerah, ia menilai pemerintah daerah tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya, proses tersebut berlaku nasional, tidak hanya di Riau.
"Kendati itu, dengan nol bea keluar, harga sawit bisa meningkat naik. Jadi kesejahteraan petani dapat meningkat dari waktu ke waktu," ungkapnya.
Proses dihentikannya bea keluar CPO tambah Zulher berlaku sejak bulan September lalu. Dengan proses tersebut, sisi pengeluaran untuk bea keluar tidak lagi diperhitungkan dalam menentukan harga CPO.
"Sekarang yang terpenting itu bagaimana meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan mempertahankan dan meningkatkan harga jual. Itu yang perlu diupayakan," sambung Mantan Sekda Kabupaten Kampar itu.***(mcr-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

