Listrik Mati Lebih 60 Jam,
Pengusaha Bengkalis Rugi Miliaran Rupiah
Senin, 23 Juni 2014 17:00 WIB
BENGKALIS- Adanya gangguan jaringan utama listrik PLN Rayon Bengkalis lebih sejak Sabtu (21/6/14) lalu atau lebih dari 60 jam sampai saat ini, dan berakibat adanya pemadaman total sebagian besar wilayah Pulau Bengkalis.
Lumpuhkan perekonomian di daerah ini, bahkan diperkirakan pengusaha mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
“Jelas, para pengusaha khususnya yang mengandalkan listrik dirugikan. Untuk terus melaksanakan usaha seperti pada industri kecil atau home industry harus ada tambahan biaya produksi dalam sehari," kata Ketua KADIN Bengkalis Masuri, Senin (23/6/14).
"Atau seperti outlet yang berjualan makanan atau minuman terpaksa tidak berjualan lagi, atau harus tambah modal dalam sehari, nah kalau ada 200 outlet dikalikan saja kerugiannya dalam sehari dan dua hari bisa miliaran rupiah," ungkap.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Bagong ini, PLN Rayon Bengkalis harus transparan kepada pelanggan jangan sampai ada yang dirugikan.
“PLN harus segera bertindak, karena akibatnya perekonomian menjadi lumpuh, jelas akhirnya masyarakatnya yang dirugikan dan PLN harus membenahi manajemen agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya lagi.
Pemadaman total sejak lebih dari 2x24 jam tersebut juga memicu pembengkakan biaya produksi agar mampu mendistribusikan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Bengkalis ke pelanggan. PDAM Cabang Bengkalis terpaksa menambah biaya produksi dalam sehari mencapai Rp5 juta untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
“Dalam sehari harus ada empat drum minyak solar setiap hari, agar dua mesin pompa produksi dan ke pelanggan tetap hidup. Tanpa listrik otomatis ada pembengkakan biaya produksi,” ujar M. Yusuf, Kepala Cabang PDAM Bengkalis.
Jaringan Seluler Lumpuh
Adanya pemadaman total ini untuk sebagian besar wilayah Utara Pulau Bengkalis, seperti di daerah pesisir Desa Jangkang, Kecamatan Bantan mengakibatkan jaringan telekomunikasi melalui seluler juga terputus.
“Listrik mati, sejak dua hari ini jaringan ponsel sama sekali hilang. Untuk menelepon atau ditelpon saja tidak bisa, putus total. Kalau menelepon ya ke Bengkalis Kota dulu baru bisa,” ujar salah seorang ibu rumah tangga Indon (53) kepada wartawan di kediamannya.
Pemadaman total juga berpengaruh pada kebiasaan masyarakat yang selalu mengandalkan listrik.
“Gara-gara mati lampu ini, jadi susah semuanya, baterai handphone habis, malam gelap, jika begini terus pemerintah harus bertindak tegas jangan diam dan duduk saja. Nak masak pun jadi susah, entah kapan lah hidup lampu ni," cetus Mainun, salah seorang ibu rumah tangga dari Desa Simpangayam, Bengkalis.***(dik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

