Hasil Hearing Komisi B DPRD Meranti
Perusahaan Pelayaran Jual Tiket Mahal karena Beli BBM Mahal
Selasa, 03 Februari 2015 14:55 WIB
MERANTI - Guna menindak lanjuti keluhan masyarakat terhadap tingginya harga tiket ransportasi laut Selatpanjang-Pekanbaru, Komisi B DPRD Kepulauan Meranti kembali mengelar hearing dengan pihak intasi pemerintah serta perusahaan pelayaran.
Hearing yang di gelar oleh komisi B dan intansi Pmrintah dan pihak Pelayaran tersebut dilaksankan di ruangan Sidang DPRD kepulauan Meranti, bertujuan untuk mencari solusi terkait tingginya harga tiket tujuan Selatpanjang-Pekanbaru yang dikeluhkan masyarakat.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini, Pemerintah Pusat terus melakukan penurunan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) baik itu jenis Premium maupun Solar. Ironisnya, kendati BBM sudah mulai berangsur turun, namun harga tiket tetap melambung tinggi.
Komisi B DPRD Kepulauan Meranti dengan tegas meminta kepada perusahaan pelayarran terkait tingginya harga tiket transportasi laut Selatpanjang-Pekanbaru tersebut. Kenapa harga tiketnya masih tinggi, padahal BBM sudah turun.
Dari hearing itu terungkaplah kenapa harga tiket masih tinggi, rupanya perusahaan pelayaran masih mendapatkan BBM dengan harga tinggi, sehingga perusahaan tidak berani menurunkan harga tiket penyebrangan Selatpanjang-Pekanbaru diturunkan.
Dimana pihak pengusaha transportasi laut itu mengakui dalam hearing tersebut, pihaknya tidak pernah membeli dengan harga sesuai harga Enceran tertinggi (HET) yang di tetapkan Pemerintah, sehingga harga jual tiket menjadi tinggi.
Menyikapi itu, Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti Dedi Putra meminta kepada Disperindag untuk segera mengawasi harga minyak yang dijual APMS kepada transportasi laut agar menjual minyak sesuai harga ketetapan pemerintah sehingga harga tiket bisa segera turun.
Meski begitu, Komisi B DPRD Kepulauan Meranti bersama Instansi Pemerintah dalam hearing itu terlebih dahulu menyepakati untuk harga tiket tunjuan Selatpanjang-Pekanbaru segera turun Rp200ribu dari Rp175ribu menjadi Rp155ribu dengan segala pertimbangan.
Sementara, Kadisperindag Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli meminta kepada Pengusaha pelayaran segera melaporan terkait ada dugaan permainan dari pihak penyalur minyak. "Karena kalau ditanya ke pihak APMS, pasti mereka bilang sudah menjual sesuai ketetapan," tuturnya.
Kadisperindag juga langsung menghubungi pihak APMS penyalur BBM transportasi laut, untuk memastikan mulai besok pengusaha transportasi tujuan Selatpanjang-Pekanbaru sudah tidak lagi membeli BBM diatas HET yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Jika realisai penjualan minyak di APMS itu sudah berjalanan sesuai harapan, Maka pihak penyedia jasa transportasi tujuan Selatpanjang-Pekanbaru mulai Selasa 3 Februari 2015 sudah menurunkan harga tiket sesuai kesepakatan Rp155ribu," ujarnya.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

