Prihatin, Mess Riau di Jakarta Tak Berikan Kontribusi
Selasa, 03 Februari 2015 15:13 WIB
PEKANBARU - Keberadaan Mess Riau yang ada di Slipi-Jakarta hingga saat ini belum pernah memberikan kontribusi berupa keuntungan sebagai aset pendapatan daerah. Sebaliknya, Mess Riau setiap tahunnya terus "menyusu" karena pendapatan yang dihasilkan tak sebanding dengan yang diberikan.
Menurut Kasubag Aset dan Inventaris Biro Perlengkapan Setdaprov Riau Edi Syahputra, setiap tahunnya Pemprov Riau harus menutup defisit anggaran untuk kebutuhan perawatan dan gaji pegawai Mess Riau sebesar Rp300 juta setiap tahunnya.
"Dari hasil survei kita, Mess Riau itu kebutuhan perawakannya, gaji pegawai setiap tahunnya sebesar Rp500 juta pertahun. Sementara kebutuhan yang didapat dari penyewaan ruangan kamar hanya Rp200 juta pertahunnya. Inilah yang terjadi setiap tahun," kata Edi, Selasa (3/2/15).
Jika dilihat dari sisi bisnis jelas Mess Riau belum memberikan manfaat finansial. Opsi sebelumnya untuk membangun Mess Riau menjadi sebuah hotel agar pengunjung meningkat belum juga bisa diwujudkan.
Karena itu papar Edi lagi, hanya ada dua pilihan terus merugi dengan kondisi seperti saat ini, atau bangun menjadi hotel (Riau Tower) berlantai sembilan agar nilai bisnisnya lebih menarik.
"Maka itu, inilah salah satunya rencananya kita akan menghadap pak Plt Gubri, terkait rencana pembangunan Riau Tower itu. Ada dua pilihan, tetap seperti ini atau kita bangun menjadi hotel, agar dari sisi bisnis bisa lebih baik," ungkap Edi.
Diakuinya, ketika Annas Maamun masih aktif menjabat sebagai Gubernur Riau, sempat rencana pembangunan Riau Tower berlantai sembilan akan diwujudkan. Namun pada prosesnya, alokasi APBD yang akan disiapkan tidak diperbolehkan. Setelah itu, rencana itu pun sampai hari ini masih belum ada tindaklanjutnya.
"Dulukan hampir dibangun, tapi tidak diperbolehkan membangun hotel menggunakan APBD," ujar Edi.
Untuk menghindari penggunaan APBD dalam rencana pembangunan Riau Tower itu, sebaiknya menurut Edi Pemprov Riau menggandeng pihak ketiga dengan pola Bangun Guna Serah (BGS).
Dengan menggunakan sistem ini, berarti Pemprov Riau tidak perlu repot-repot memikirkan dari mana anggaran, kecuali hanya menyiapkan lahan yang sudah ada.
"Kalau sistem BGS inikan semua dana pembangunan yang menanggung investor semuanya. Kita cuma menyiapkan lahan, selain itu kita juga mendapatkan kontribusi setiap tahunnya," jelasnya menambahkan.
"Dalam jangka waktu tertentu, bangunan diserahkan ke kita. Jadi kita tak perlu mengeluarkan uang, kontribusi didapat, bangunan pun tetap kita punya. Makanya saya bilang tadi hanya ada dua pilihan, mau tetap begini atau kita bangun hotel dengan sistem BGS," jelasnya.
(mok/mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita
-
Ekbis
Perkuat Keamanan Obvitnas, Apical dan Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja Teknis 2025

