Harga Tabung 12 Kg Naik, Pekanbaru Dikhawatirkan Darurat Elpiji 3 Kg

    Rabu, 10 September 2014 17:08 WIB

    PEKANBARU - Kenaikan harga elpiji 12 Kg diduga turut dimanfaatkan bagi pangkalan ilegal yang ada untuk mencari keuntungan. 

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengkhawatirkan masyarakat akan berbondong-bondong beralih ke tabung 3 kg, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kalangan bawah.

    "Langkah antisipasi pertama kita yakni mengintensifkan pengawasan di lapangan. Yang intinya agar seluruh pangkalan elpiji yang ada itu harus terdaftar," ujar Kadisperindag Pekanbaru, El Syabrina,Rabu (10/9/14)

    Ia juga mengatakan, dari hasil penulusuran di lapangan harga jual elpiji 12 kg tertinggi menembus angka 120.000 rupiah/tabung. Dengan begitu kata dia, otomatis masyarakat konsumen elpiji 12 kg akan beralih menggunakan elpiji 3 kg.

    "Banyak yang memborong 3 kg. Misalkan 1 tabung katakanlah harga tertinggi 20 ribu. Nah kalau dibeli 4 tabung tentu akan lebih hemat daripada beli langsung yang 12 kg itu," ulasnya.

    Untuk itu, lanjut El, Disperindag turut melakukan kontrol dan pendataan terhadap pangkalan yang resmi dan ilegal. 

    "Sanksi terberat kita bersama Satpol PP akan tutup itu pangkalan ilegal. Kalau mau uruslah izinnya. Kan tidak susah dan tidak bayar lagi," jelasnya.

    Untuk diketahui, menurut data Disperindag Pekanbaru total ada 600 pangkalan elpiji yang beroperasi. Dari ratusan itu, tak kurang dari 250an yang kategori resmi. Sementara sisanya merupakan pangkalan elpiji ilegal. 

    Sedangkan kebutuhan elpiji 3 kg di Kota Pekanbaru yakni sebanyak 7.194.163 tabung. Maka dengan naiknya harga elpiji 12 kg, kuota tersebut dirasa akan kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya golongann ekonomi kecil-menengah. ***(dan)
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar