Lawan Black Campaign,
Industri Kelapa Sawit Terus Lakukan Green Campaign
Kamis, 09 Oktober 2014 12:28 WIB
PEKANBARU - Crude Palm Oil (CPO) telah menjadi produk andalan nasional dalam perdagangan internasional. Sedikit pergolakan yang terjadi di perdagangan CPO akan memberi dampak yang negative terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Gejolak yang dihadapi oleh perdagangan CPO akhir-akhir ini diakibatkan oleh adanya black champaign (Kampanye Hitam) yang menyerang secara langsung produk turunan kelapa sawit. Kampanye Hitam yang dialami oleh Kelapa sawit yaitu kampanye yang menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit dan hilirisasinya tidak ramah lingkungan.
Kampanye hitam turut menurunkan persepsi konsumen global untuk pemakaian minyak sawit sebagai bahan baku. Hal ini tentunya membuat harga dan volume perdagangan CPO terus turun.
Untuk mengantisipasi hal itu, menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, H Zulher, menyatakan bahwa Kementrian Pertanian bakal melaksanakan kegiatan green champaign (kampanye hijau) untuk melawan kampanye hitam yang menyerang sektor perkebunan selama ini.
Kampane ini direncanakan akan bekerjasama dengan seluruh stake holder terkait baik pemerintah daerah dan juga dunia usaha.
"Rencananya, Kementan akan membuat sebuah Film Dokumenter yang menayangkan secara langsung usaha perkebunan yang ada di Indonesia yang sesuai dengan prinsip-prinsip green industry," terangnya.
Untuk menyukseskannya, direncanakan juga bahwa Provinsi Riau dan Provinsi Kalimantan Tengah dijadikan sebagai provinsi yang menjadi tempat produksi dalam pembuatan Film tersebut.
“Pada waktu pelaksanaan kegiatan dengan Kementan RI hari Selasa (8/10) kemarin, Riau diberitahu akan menjadi tempat untuk pembuatan film documenter tersebut. Ditunjukanya Riau sebagaimana diketahui bahwa Riau merupakan provinsi penghasil CPO terbesar”ujar Zulher, pada hari Rabu (8/10/14).
Direncanakan lokasi yang akan menjadi tempat pembuatan produksi film tersebut yaitu kebun milik petani, kebun milik perusahaan swasta, kebun milik perusahaan negara dan juga lokasi pabrik hilirisasi seperti di Wilmar Group atau yang lainnya.
Untuk tahap ini, kata Zulher, tim dari Kementan RI sedang melakukan kajian awal bagaimana film tersebut akan dibuat.
Zulher juga menyatakan bahwa film tersebut direncanakan nantinya akan disebarkan di seluruh negara tujuan ekspor CPO, seluruh Dubes RI maupun juga akan dibantu oleh perusahaan swasta dalam hal sosialisasi film tersebut.
“Kita berharap langkah Kementan RI ini dapat memberi angin segar dalam perdagangan CPO. Dan juga, kita sangat berharap langkah ini juga akan memberikan penilaian yang lebih objektif bagi pasar global bahwa proses industrialisasi kelapa sawit kita telah sesuai dengan prinsip green industry,” harap Zulher.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

