Pembangunan Jalur Kereta Sumatera Jangan Sekedar Mimpi
Rabu, 24 Desember 2014 15:16 WIB
PEKANBARU : Rencana pembangunan jalur kereta api lintas Sumatera yang menghubungkan Riau dengan sejumlah provinsi tetangga sebaiknya diwujudkan dan jangan hanya sekedar mimpi, kata Ekonom dari Universitas Riau Edyanus Herman Halim.
"Rencana itu sebenarnya sangat baik untuk mendukung perekonomian daerah dan nasional. Namun jangan hanya sekedar wacana yang ada di alam mimpi," kata Edyanus kepada Antara di Pekanbaru, Rabu (24/12/14).
Sebelumnya pihak Kementrian Perhubungan berencana membangun jalur kereta api (railway) lintas Sumatera sepanjang lebih seribu kilometer dengan nilai yang mencapai Rp30 triliun.
"Akses transportasi ini potensial untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Indonesia, Hermanto lewat pesan elektronik.
Menurut dia, proyek tersebut akan menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah yang potensial sebagai persinggahan kereta lintas Sumatera. Dengan demikian, Riau cukup substansial dalam pengembangan akses transportasi tersebut.
Ia mengatakan, jalur kereta api tersebut dirancang dengan melewati beberapa daerah kabupaten/kota di Riau meliputi Duri, Pekanbaru, Dumai hingga beberapa kawasan pelabuhan, seperti Tanjung Buton dan Kuala Enok dengan luas hampir 500 kilometer.
Sebelumnya, pihak Kemenhub juga telah melakukan pembahasan dengan pemerintah daerah di Pekanbaru, terutama kepada Dinas Perhubungan Riau.
Pembahasan tersebut, lanjut dia, adalah untuk percepatan pembangunan rel kereta api se Sumatera yang diharapkan pemda juga dapat membantu kelancaran pyoyek ini.
Untuk pengembangan akan dimulai dari Rantau Perapat Sumatera Utara. Kemudian lanjut ke Riau, Sumbar dan Palembang dengan panjang 1.071 kilometer meter dan diprogramkan dalam lima tahun ke depan.
"Rencana ini adalah harapan bagi masyarakat di berbagai wilayah di Sumatera. Jadi sebaiknya jangan sekedar wacana, namun juga harus dituntaskan hingga menjadi kenyataan," katanya.
Edyanus Herman Halim menjelaskan, jalur kereta api bukan suatu hal yang tertinggal, bahkan sejumlah negara maju seperti Singapura juga mengandalkan transportasi jenis ini untuk memajukan perekonomian di negara itu.
Nantinya, lanjut dia, jalur transportasi ini diharapkan akan mampu meminimalisasi kerusakan jalan yang selama ini terus terjadi di jalur lintas Sumatera khususnya di Provinsi Riau.
Ia mengatakan, jalur kereta api sangat baik untuk menjadi transportasi ekonomi kerakyatan yang diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan dan terpenting dalam meningkatkan perekonomian daerah secara merata.
"Lagi-lagi saya sampaikan, wacana ini jangan hanya sekedar mimpi, sama halnya dengan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai, sampai saat ini juga tidak pernah menjadi kenyataan," katanya.
(rdk/ant)
"Rencana itu sebenarnya sangat baik untuk mendukung perekonomian daerah dan nasional. Namun jangan hanya sekedar wacana yang ada di alam mimpi," kata Edyanus kepada Antara di Pekanbaru, Rabu (24/12/14).
Sebelumnya pihak Kementrian Perhubungan berencana membangun jalur kereta api (railway) lintas Sumatera sepanjang lebih seribu kilometer dengan nilai yang mencapai Rp30 triliun.
"Akses transportasi ini potensial untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Indonesia, Hermanto lewat pesan elektronik.
Menurut dia, proyek tersebut akan menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah yang potensial sebagai persinggahan kereta lintas Sumatera. Dengan demikian, Riau cukup substansial dalam pengembangan akses transportasi tersebut.
Ia mengatakan, jalur kereta api tersebut dirancang dengan melewati beberapa daerah kabupaten/kota di Riau meliputi Duri, Pekanbaru, Dumai hingga beberapa kawasan pelabuhan, seperti Tanjung Buton dan Kuala Enok dengan luas hampir 500 kilometer.
Sebelumnya, pihak Kemenhub juga telah melakukan pembahasan dengan pemerintah daerah di Pekanbaru, terutama kepada Dinas Perhubungan Riau.
Pembahasan tersebut, lanjut dia, adalah untuk percepatan pembangunan rel kereta api se Sumatera yang diharapkan pemda juga dapat membantu kelancaran pyoyek ini.
Untuk pengembangan akan dimulai dari Rantau Perapat Sumatera Utara. Kemudian lanjut ke Riau, Sumbar dan Palembang dengan panjang 1.071 kilometer meter dan diprogramkan dalam lima tahun ke depan.
"Rencana ini adalah harapan bagi masyarakat di berbagai wilayah di Sumatera. Jadi sebaiknya jangan sekedar wacana, namun juga harus dituntaskan hingga menjadi kenyataan," katanya.
Edyanus Herman Halim menjelaskan, jalur kereta api bukan suatu hal yang tertinggal, bahkan sejumlah negara maju seperti Singapura juga mengandalkan transportasi jenis ini untuk memajukan perekonomian di negara itu.
Nantinya, lanjut dia, jalur transportasi ini diharapkan akan mampu meminimalisasi kerusakan jalan yang selama ini terus terjadi di jalur lintas Sumatera khususnya di Provinsi Riau.
Ia mengatakan, jalur kereta api sangat baik untuk menjadi transportasi ekonomi kerakyatan yang diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan dan terpenting dalam meningkatkan perekonomian daerah secara merata.
"Lagi-lagi saya sampaikan, wacana ini jangan hanya sekedar mimpi, sama halnya dengan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai, sampai saat ini juga tidak pernah menjadi kenyataan," katanya.
(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Terlibat Narkoba, Polisi Tangkap Seorang ASN Pemprov Riau di Jakarta
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Ekbis
Bank Riau Kepri Gelar Rapat Kerja Triwulan II Tahun 2017
-
Sosial
Gubernur Riau Teken MoU Bersama Badan Restorasi Gambut

