Pengelola Bandara SSK II Tak Menampik Para Calo Berkeliaran
Rabu, 24 Desember 2014 15:21 WIB
PEKANBARU : Jalur transportasi laut, darat, bahkan udara menjadi sasaran empuk para oknum-oknum penjual tiket tak resmi (calo). Mereka kian gencar berkeliaran dan meraup untung yang lebih besar, terlebih lagi saat musim libur panjang seperti saat ini.
Hal ini juga diakui PT Angkasa Pura II, selaku pengelola bandara SSK II, Pekanbaru. Seperti diungkapkan Airport Duty Manager Baiquni SH saat berbincang dengan halloriau.com. Dia mengakui bahwa calo di bandara masih banyak dan masih belum ada tindakan dari pihak bandara.
"Kalau calo sih dimana-mana aja ada. Calo itu bisa saja melekat kepada petugas atau kepada siapa saja dan itu pasti ada. Cuma masalahnya, tidak ada yang bisa memergoki pekerjaan mereka itu," kata Baiquni.
Baiquni melanjutkan bahwa ciri-ciri dari calo yang ada di bandara adalah tidak punya tanda pengenal, jika mereka dari travel apakah ada izinnya atau tidak, selain itu tiketnya sah atau tidak.
"Mereka itu dicek dulu karena tanda-tanda dari calo pasti nampak. Jika mereka kedapatan menjadi calo di bandara tentunya awalnya akan diberikan solusi seperti apa baiknya mereka, diberikan semestinya tindakan seperti apa," lanjutnya.
Untuk itu, kata Baiquni lagi, pencaloan yang sudah melanggar ketentuan yang menimbulkan kerugian, baik bagi pembeli atau berdampak negatif lainnya, pihaknya akan menangkap pelaku dan beri sanksi.
"Mereka yang menimbulkan kerugian bagi calon penumpang, ya kita serahkan kepada yang berwajib, karena mereka itu mengutip keuntungan (tak resmi)," jelasnya.
Dan kepada masyarakat atau calon penumpang, dia menyarankan agar membeli tiket di tempat-tempat yang resmi, jangan mudah tertipu. "Jika menemui orang-orang yang mencurigakan di Bandara ini (SSK II) silahkan laporkan ke kita, " pungkasnya.
(rdk/hrc/adi)
Hal ini juga diakui PT Angkasa Pura II, selaku pengelola bandara SSK II, Pekanbaru. Seperti diungkapkan Airport Duty Manager Baiquni SH saat berbincang dengan halloriau.com. Dia mengakui bahwa calo di bandara masih banyak dan masih belum ada tindakan dari pihak bandara.
"Kalau calo sih dimana-mana aja ada. Calo itu bisa saja melekat kepada petugas atau kepada siapa saja dan itu pasti ada. Cuma masalahnya, tidak ada yang bisa memergoki pekerjaan mereka itu," kata Baiquni.
Baiquni melanjutkan bahwa ciri-ciri dari calo yang ada di bandara adalah tidak punya tanda pengenal, jika mereka dari travel apakah ada izinnya atau tidak, selain itu tiketnya sah atau tidak.
"Mereka itu dicek dulu karena tanda-tanda dari calo pasti nampak. Jika mereka kedapatan menjadi calo di bandara tentunya awalnya akan diberikan solusi seperti apa baiknya mereka, diberikan semestinya tindakan seperti apa," lanjutnya.
Untuk itu, kata Baiquni lagi, pencaloan yang sudah melanggar ketentuan yang menimbulkan kerugian, baik bagi pembeli atau berdampak negatif lainnya, pihaknya akan menangkap pelaku dan beri sanksi.
"Mereka yang menimbulkan kerugian bagi calon penumpang, ya kita serahkan kepada yang berwajib, karena mereka itu mengutip keuntungan (tak resmi)," jelasnya.
Dan kepada masyarakat atau calon penumpang, dia menyarankan agar membeli tiket di tempat-tempat yang resmi, jangan mudah tertipu. "Jika menemui orang-orang yang mencurigakan di Bandara ini (SSK II) silahkan laporkan ke kita, " pungkasnya.
(rdk/hrc/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

