Per Agustus 2014, Kinerja Perbankan Riau Terus Meningkat

    Rabu, 29 Oktober 2014 17:51 WIB

    PEKANBARU - Pemimpin Bank Indonesia Perwakilan Riau Mahdi Muhammad, mengatakan bahwa hingga per Agustus 2014 lalu kinerja perbankan di Riau masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus. 

    Baik itu aset perbankan, realisasi kredit perbankan, Loan to deposite ratio (LDR) hingga NPLpun juga meningkat, Rabu (29/10/14)

    Data Bank Indonesia Perwakilan Riau menurut Mahdi menunjukkan bahwa aset perbankan umum di Riau perAgustus 2014 mencapai angka Rp78,66 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 2,35 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 lalu. 

    "Relatif terbatasnya pertumbuhan dana yang dihimpun menjadi penyebab utama terbatasnya pertumbuhan aset," terang Mahdi Muhammad.

    Ia menambahkan, dana bank umum pada bulan Agustus tercatat hanya sebesar Rp59,30 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 6,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013.

    Sementara, untuk realisasi kredit, catatan Bank Indonesia menunjukkan bahwa realisasi kredit perbankan Riau mencapai Rp50,45 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 3,50 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 lalu. 

    "Dengan demikian, perkembangan loan to deposite ratio perbankan mencapai angka 85,08 persen. Namun demikian, kualitas kredit yang tersalurkan masih terus mengalami penurunan. Hal itu tercermin dari meningkatnya non performance loan (NPL) yang menjadi 3,74 persen. Padahal ambang batasnya sebesar 5 persen," terangnya.

    Namun demikian, tambah Mahdi, yang cukup menggembirakan adalah masih terus tumbuhnya penyaluran kredit UMKM. Catatan Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada Agustus 2014, realisasi kredit perbankan untuk UMKM di Riau sebesar Rp 19,60 triliun. Jumlah tersebut sebesar 38,84 persen dari total kredit perbankan di Riau.

    "Penyaluran kredit untuk UMKM tersebut didominasi oleh kredit untuk sektor perdagangan dan pertanian. Untuk kredit di sektor perdagangan sebesar 43,75 persen. Sedangkan penyaluran kredit untuk sektor pertanian sebesar 32,26 persen," terang Mahdi Muhammad.***(H-we)
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar