2.500 Prajurit TNI Dikirim dari Jakarta Padamkan Karhutla di Riau
Sabtu, 15 Maret 2014 11:56 WIB
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta rombongan dijadwalkan sore ini, Sabtu (15/3/14) akan berkunjung ke Riau untuk meninjau langsung ke lapangan operasi penanggulangan kabut asap. Rencanannya Presiden bertolak dari Jakarta menuju Padang, Sumbar, dari Padang Presiden menggunakan jalur darat ke Riau.
"Sore ini Bapak Presiden akan berkunjung ke Riau via Padang. Dari Padang menggunakan jalur darat ke Riau. Presiden akan melihat langsung operasi di lapangan dan setelah itu akan menyerahkan kepada Kepala BNPB," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sabtu (15/3/14) di Jakarta.
Menurut Sutopo, hari ini Sabtu 15 Maret dilaporkan masih banyak titik api di sejumlah kabupaten/kota di Riau sehingga asap masih pekat. Berdasarkan Hotspot dari satelit NOAA berjumlah 16 titik: Bengkalis 3 titik, Dumai 1 titik, Inhil 11 dan Meranti 1 titik. "Sementara dari satelit Terra/Aqua MODIS total 162 titik yang konsentrasinya di wilayah Riau bagian Utara," sebut Sutopo.
Dijelaskannya, sampai saat ini kabut asap masih menyelimuti Riau khususnya Rohil, Bengkalis, Siak, Rohul, Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Inhil dan Inhu, bahkan sampai ke wilayah Sumbar. Walapun lanjut Sutopo, Jumat malam Pekanbaru diguyur hujan selama 10 menit.
"Kualitas udara dalam kondisi berbahaya, nilai ISPU Bengkalis, Siak, Pekanbaru, Rohul, Kampar, Pelalawan, Kuansing > 300 psi, sehingga sekolah masih diliburkan. Visibility Pekanbaru pagi ini 500 meter. Di Kandis asap mulai menipis dan sinar matahari tembus ke permukaan," terang Sutopo.
Maka dengan kondisi tersebut, Sutopo menilai, helikopter akan dipindahkan di Dumai untuk meningkatkan intensitas water bombing di wilayah bagian Utara. Apalagi sebutnya, akan datang 1 brigade TNI sebanyak 2.500 personil dari Jakarta via Padang, terdiri dari 2 batalyon AD, 1 batalyon AU dan 1 batalyon AL untuk memperkuat pasukan di Riau dalam pemadaman titik api dan mempersempit ruang gerak para pembakar dan ilegal logging.
"Sabtu pagi pukul 08.00 WIB dilakukan appel kesiapsiagaan pasukan TNI di Lanud Halim Perdana Kusuma. Panglima TNI dalam pengarahannya, mengatakan, agar TNI melaksanakan operasi militer selain perang secara total. Musuh kalian saat ini adalah api dan asap," kata Sutopo menirukan ucapan Panglima TNI.
Untuk operasi terpadu sendiri, sebut Sutopo dalam mengatasi bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan, BNPB menyediakan anggaran Rp 500 miliar. "Dana ini untuk operasi water bombing, modifikasi cuaca, operasional pengerahan pasukan dan pemadaman di darat, dan peralatan, logistik, transportasi dan lainnya," ujarnya.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

