8 Terduga Teroris Penyerang Mapolda Riau, 5 Diantaranya Merupakan Satu Keluarga
Hadi Pramono Jumat, 18 Mei 2018 00:23 WIB
PEKANBARU - Melalui konfrensi pers yang digelar Polda Riau, Kamis (17/05/18), Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto menjelaskan 8 orang terduga teroris yang masih satu jaringan dengan kelompok teroris yang menyerang Mapolda Riau kemarin.
Dimana 5 diantaranya masih terdapat hubungan keluarga. "Kita saat ini telah mengamankan delapan orang yakni HAR, NI, AS ,SW, HD, YEP, DS, dan SY," katanya.
Lanjutnya, dijelaskan terdapat sekitar 5 orang masih ada hubungan keluarga. Yakni HAR merupakan kakak kandung dari Su yang telah meregang nyawa saat melakukan penyerangan di Mako Polda Riau.
Kemudian NI adalah ibu kandung Su. Lain itu, SW merupakan orang tua dari As, sedangkan HD dan YEP merupakan adik As yang juga terduga teroris yang tewas saat insiden penyerangan Mako Polda Riau.
Sementara itu tiga diantaranya yakni AS, DS dan SY terindikasi hanya sebagai pengikut PN yang diduga sebagai pimpinan dalam kelompok ini. "Saat ini kedelapan orang ini sementara dalam pendalaman tim dari Polres Dumai," terangnya.
Terkait PN yang diduga sebagai pemimpin kelompok ini, Sunarto menjelaskan masih terus didalami. Namun, pimpinan jaringan mana pihaknya masih belum bisa memastikan.
Diluar itu, dalam pennagkasipan ini turut diamankan juga barang bukti berupa 1 pucuk senapan angin, 1 buah kitab bertuliskan Fhadail Amal, 1 buah kitab Al Hakam, 1 plastik paku, 1 keping VCD Umar Bin Khatab, dua buah pisau, busur panah, anak panah, dan 1 KTP atas nama H.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Ekbis
Perkuat Keamanan Obvitnas, Apical dan Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja Teknis 2025
-
Ekbis
Apical Dumai dan Polda Riau Jalin Sinergi Pengamanan Objek Vital Nasional
-
Olahraga
Bupati Bengkalis, Kapolda Riau dan Forkopimda Jalan Sehat
-
Hukrim
Upacara Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kapolres Dumai
-
Hukrim
Illegal Logging Dumai Marak, Aparat Hukum Terkesan Tutup Mata

