• Home
  • Hukrim
  • Alat Berat PT NWR Serbu Ratusan Warga Mahmahan

Pelalawan Memanas,

Alat Berat PT NWR Serbu Ratusan Warga Mahmahan

Rabu, 03 September 2014 17:30 WIB

PELALAWAN - Sedikitnya sepuluh unit alat berat jenis exkavator milik PT Nusa Wana Raya (NWR) menyerbu ratusan warga desa Mahmahan Kecamatan Langgam, Rabu (2/9/14). 

Ratusan warga ini melakukan protes terkait lain lahan mereka ditumbang oleh pihak perusahaan. Semangat warga melakukan protes ini ditengarai beberapa hari sebelumnya, pihak PT NWR melakukan pemutusan jalan-jalan penghubung antar desa.
 
Tak pelak, secara spontan, Rabu pagi masyarakat berkumpul. Merekapun, melakukan perhentian pengerjaan, pembabatan kebun oleh 10 unit alat berat pihak perusahaan.

Informasi warga berkumpul rupanya sudah tercium oleh pihak para pekerja PT NWR. 10 unit alat berat mendadak berhenti bekerja. Warga yang sudah tersulut emosinya, bergerak dan mendatangi lokasi alat berat yang sudah dijaga ketat oleh Sekurity pihak perusahaan.

Dengan semangat kuat mempertahankan mata pencarian untuk kelansungan hidup. Warga bergerak mendatangi tempat parkir 10 unit alat berat ini. Tak pelak operator dan puluhan sekurity langsung menghidupkan mesin. Tanpa komando, justru kedatangan warga ini diserang dengan alat berat.

Kayu-kayu log ukuran besarpun, di ayun-ayunkan, ditangkai alat berat ini guna menakuti warga. Melihat situasi berpotensi kerusuhan. Wargapun, mundur kebelakang. Meskipun sudah mundur, pihak sekerity NWR tetap saja meneriaki warga dengan kata-kata tidak beraturan.

Bahkan awak media yang ikut meliput aksi ini, seperti kontributor Metro TV untuk Kabupaten Pelalawan, Basyarudin. Wartawan Harian Tribun Pekanbaru, Johanes Tanjung, termasuk wartawan riauterkini.com nyaris menjadi bulan-bulanan sekurity PT NWR.

Sejumlah peralatan jurnalistik seperti handicame, kamera hampir saja menjadi penyitaan dari pihak sekurity. Pihak sekurity memaksa awak media untuk tidak meliput aksi brutal mereka. 

Bahkan, Kasat Bimas Polres Pelalawan AKP Subagja, sepertinya membiarkan peristiwa yang mengangkangi UU Jurnalistik. Namun keadaan sedikit redah, setelah tokoh adat setempat Bathin Pelabih, Enggol turun kelokasi. Dimediasi Kasat Bimas Polres Pelalawan perundingan dilakukan. 

Meskipun perundingan berselang lama dan tidak menyenangkan hati masyarakat, akan tetapi sedikit menenangkan emosi yang sudang terlanjur memanas.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar