Ayan Kambuh, Seorang Pria Tewas Dalam Sumur di Rohul
Sabtu, 07 Maret 2015 22:04 WIB
ROKAN HULU - Seorang pria mengidap penyakit ayan di Langgak Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Dermawan Situmorang (32), ditemukan tewas di dalam sumur. Korban diduga tewas karena penyakit ayan yang dideritanya kambuh.
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kabag Ops Polres Kompol Suwarno mengatakan Dermawan ditemukan tewas dalam sumur oleh ibunya Nur Fatimah (56) pada Jumat (6/3/15) kemarin sekira pukul 18.00 WIB.
Sekitar pukul 16.00 WIB, korban disuruh ibunya mengambil air ke sumur yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah mereka. Karena hingga pukul 17.30 WIB korban belum juga kembali ke rumah, ibunya curiga.
"Lalu ibu korban mencari korban ke sumur tempat mereka biasa mengambil air. Saat dijumpai, ternyata korban sudah tenggelam dan tidak bernyawa lagi," kata Kompol Suwarno kepada wartawan, Sabtu (7/3/15).
Saat ditemukan ibunya, kepala korban dalam posisi menjulur ke arah bawah sumur. Kaki ke atas, semenara seluruh badan ke arah bawah.
Karena tak sanggup mengangkat jasad anaknya, ibu korban meminta tolong Riko, seorang pemuda di desa setempat. Selanjutnya, ibu korban memberi tahu kepada anaknya yang lain Nurhayati (24), masih di desa setempat.
Ibu korban sempat meminta tolong kepada warga setempat untuk mengangkat jasad anaknya, namun tidak satupun warga berani mengangkatnya.
Jasad korban baru dievakuasi sekira pukul 18.30 WIB oleh Anggota Polsek Tandun. Selanjutnya mayat korban dibawa ke rumah duka untuk dimandikan.
"Dari keterangan pihak keluarga dan masyarakat, korban sudah lama mengidap penyakit ayan air," ungkap Suwarno dan mengakui keluarga korban menolak jasad korban divisum.
"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musiba. Mereka telah membuat surat pernyataan, bahwa tidak bersedia divisum," tandas Kompol Suwarno.
(zal/rtc)
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kabag Ops Polres Kompol Suwarno mengatakan Dermawan ditemukan tewas dalam sumur oleh ibunya Nur Fatimah (56) pada Jumat (6/3/15) kemarin sekira pukul 18.00 WIB.
Sekitar pukul 16.00 WIB, korban disuruh ibunya mengambil air ke sumur yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah mereka. Karena hingga pukul 17.30 WIB korban belum juga kembali ke rumah, ibunya curiga.
"Lalu ibu korban mencari korban ke sumur tempat mereka biasa mengambil air. Saat dijumpai, ternyata korban sudah tenggelam dan tidak bernyawa lagi," kata Kompol Suwarno kepada wartawan, Sabtu (7/3/15).
Saat ditemukan ibunya, kepala korban dalam posisi menjulur ke arah bawah sumur. Kaki ke atas, semenara seluruh badan ke arah bawah.
Karena tak sanggup mengangkat jasad anaknya, ibu korban meminta tolong Riko, seorang pemuda di desa setempat. Selanjutnya, ibu korban memberi tahu kepada anaknya yang lain Nurhayati (24), masih di desa setempat.
Ibu korban sempat meminta tolong kepada warga setempat untuk mengangkat jasad anaknya, namun tidak satupun warga berani mengangkatnya.
Jasad korban baru dievakuasi sekira pukul 18.30 WIB oleh Anggota Polsek Tandun. Selanjutnya mayat korban dibawa ke rumah duka untuk dimandikan.
"Dari keterangan pihak keluarga dan masyarakat, korban sudah lama mengidap penyakit ayan air," ungkap Suwarno dan mengakui keluarga korban menolak jasad korban divisum.
"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musiba. Mereka telah membuat surat pernyataan, bahwa tidak bersedia divisum," tandas Kompol Suwarno.
(zal/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Keberadaan KPAID Rokan Hulu Dipertanyakan
-
Hukrim
Direktur PT GTC Resmi Tersangka Atas Kasus Penipuan Travel Perjalanan Umroh
-
Hukrim
Demo Ratusan Mahasiswa Turunkan Jokowi-JK Berlangsung Ricuh di DPRD Riau
-
Hukrim
WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru
-
Hukrim
Operasi Simpatik 2015 Libatkan 330 Petugas Gabungan
-
Hukrim
Penyidik KPK Periksa Empat Mantan Anggota DPRD Riau

