• Home
  • Hukrim
  • Bagi Hasil Tak Jelas, 5 Kelompok Tani Rupat Gugat PT MMJ ke PN Bengkalis

Bagi Hasil Tak Jelas, 5 Kelompok Tani Rupat Gugat PT MMJ ke PN Bengkalis

Rony Pratama Rabu, 21 Maret 2018 15:30 WIB
BENGKALIS - Dinilai telah ingkar janji terhadap hasil panen kelapa sawit sesuai kesepakatan awal, sebanyak 5 kelompok tani Rupat melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bengkalis terhadap PT Marita Makmur Jaya (MMJ), Rabu (21/03/18).



Adapub lima kelompok tani yang menggugat PT MMJ adalah, kelompok tani Darussalam, Darul Ihksan, selanjutnya Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan Pasir Indah. Hal ini disampaikan Penasihat Hukum (PH) Penggugat Sabarudin di PN Bengkalis, usai sidang perdana.



"Selama timbulnya kesepakatan antara perusahaan dengan masyarakat melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Rupat Jaya sejak tahun 2004 lalu, baru sekarang masyarakat berani bersuara dengan menggugat ke pihak perusahaan. Memang seharusnya, yang melakukan gugatan itu pihak Koperasi, namun kejadiannya malah masyarakat yang menggugat, sehingga kita menilai ada unsur permufakatan jahat pihak perusahaan ke masyarakat," ujarnya kepada wartawan.



Dia menyebut, persoalan tersebut dianggap sudah kronis, sebab selama ini masyarakat sejak adanya kesepakatan bagi hasil tahun 2004 lalu, sampai sekarang 2018 ini, pembagian hasil itu tidak pernah ada, bahkan masyarakat sudah ada yang meninggal, lantaran menunggu bagi hasil yang tidak pasti tersebut.



Dijelaskan, sebenarnya awal kesepakatan antara koperasi dengan PT MMJ sejak tahun 1999 lalu, yang saat itu masyarakat tidak mengetahui hal itu. Dan ditahun 2004 lalu, ada kesepakatan baru antara perusahaan dengan masyarakat, bagi hasil sistem plasma. Tapi tidak ada wujud bagi hasil tersebut.



“Masyarakat yang menggugat ini terdiri dari beberapa kelompok tani, yang berjumlah anggotanya mencapai 400 orang, yang berada di Dusun Darul Aman, Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat Selatan, yang kesepakatan pembagian hasil tersebut melalui Kredit Koperasi Primer Anggota KKPA mencapai 108 hektar dengan sistem plasma," tambah dia.



Untuk kerugian masyarakat, disebutkan, sekitar Rp160 miliar, dan hitungan tersebut paling rendah, dan kemungkinan angkanya lebih dari itu. Namun biarlah, dan sekarang diharapkan pihak perusahaan membuka pintu lebar-lebar untuk masyarakat dalam pembagian plasma ini.



“Kalau sejauh yang saya pelajari perkara ini, pihak PT MMJ telah memanfaatkan koperasi untuk memutuskan keinginanannya dalam perizinan, dan bahkan masyarakat juga dimanfaatkan untuk hal itu, sehingga melakukan gugatan ini merupakan upaya klien saya untuk menuntut hak-hak mereka," jelasnya.



Sidang perdana gugatan masyarakat terhadap perusahaan kebun sawit PT. MTJ ini, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH, dan dihadiri pihak 2 orang PH tergugat.



Sidang berikutnya, pada hari Senin (02/04/18) mendatang dengan agenda jawaban dari tergugat (PT MTJ milik Maria-red), atas tuntutan penggugat ratusan masyarakat Rupat, Kabupaten Bengkalis dalam menuntut bagi hasil plasma.



Kasus ini, sebenarnya sudah melalui berbagai upaya, dengan Hearing ke Dewan, juga telah dirapatkan di tingkat Kecamatan, dan melakukan somasi ke Koperasi, namun tidak ada titik temunya, maka masyarakat dengan terpaksa melakukan jalur hukum dengan menggugat pihak perusahaan ke PN.



Pantauan wartawan di Pengadilan Negeri Bengkalis sidang perdana terkait tuntutan kelompok tani rupat terhadap PT.MMJ berlansung lancar. Sidang juga dihadiri beberpa orang perwakilan masyarakat dan mahasiswa.



(ron/ron)

Tags Kebun SawitKelapa SawitPN Bengkalis
Komentar