• Home
  • Hukrim
  • Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 50 Kilogram Shabu di Bengkalis

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 50 Kilogram Shabu di Bengkalis

Hadi Pramono Selasa, 10 November 2020 16:37 WIB
DUMAI - Tim Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan 50 kilogram narkotika jenis shabu-shabu dari Malaysia melalui Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Barang haram bernilai ratusan miliar rupiah itu diselundupkan ke Indonesia dalam bentuk bungkusan teh dengan merek Tiongkok sebanyak 50 paket. Kemudian petugas telah mengamankan dua orang tersangka yang menjadi kurir serta otak penyelundupan.

Kurir berinisial SA merupakan warga Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat. Adapun otak penyelundupan, RA merupakan warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kabupaten Bengkalis. Keduanya diamankan secara terpisah.

Kepala KPPBC Tipe Madya B Dumai, Fuad Fauzi dalam keterangan resmi kepada awak media membenarkan adanya penangkapan kedua tersangka dan bersama barang bukti 50 kilogram narkotika jenis shabu-shabu.

"Penangkapan bermula dari hasil pengumpulan informasi dan analisis profiling tim Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai dalam beberapa pekan terakhir. Diketahui akan ada pengiriman NPP dengan jenis methamphetamine dari Pantai Klebang, Malaysia dengan tujuan Dumai," tutur Fuad, Selasa (10/11/20).

Rabu 4 November 2020, Petugas seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai kemudian berkoordinasi dengan Kanwil DJBC Riau, POMAL Dumai dan Dit Interdiksi BNN melalui Posko Interdiksi Terpadu Dumai.

Selanjutnya, berdasarkan hasil koordinasi tersebut disepakati untuk membentuk tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai untuk melakukan operasi patroli gabungan. Keesokan harinya, tim gabungan menurunkan tim patroli laut dengan menggunakan kapal Patroli Bea dan Cukai yaitu BC-15019

“Setelah melakukan patroli bersama sekitar pukul 20.04 WIB di sekitar pantai Tenggayun, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, tim gabungan KPPBC TMP B Dumai, Kanwil DJBC Riau, POMAL Lanal Dumai dan BNN melihat ada sebuah speedboat melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tim gabungan langsung bergerak melakukan pengejaran,” kata Fuad.

Dalam pengejaran itu, sekitar pukul 21.30 WIB speedboat pelaku masuk ke Sungai Telaban Kecil daerah Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis dan terlihat dua pelaku melompat dari speedboat lalu melarikan diri, masuk ke hutan bakau.

Petugas berhasil mengamankan 3 tas yang diduga berisi NPP jenis Methamphetamine dan identitas serta handphone pelaku yang ditemukan di atas speedboat, terangnya.

Menindaklanjuti pelaku yang berhasil melarikan diri, tim gabungan dipecah menjadi dua. Satu tim bertugas untuk mengamankan TKP dan barang bukti dan tim lain bertugas untuk mencari pelaku yang melarikan diri.

"Upaya tim gabungan akhirnya membuahkan hasil, pada hari Jumat tanggal 6 November, tim bersama tim Operasi Gabungan langsung melakukan penyelidikan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku atas nama SA dan pelaku langsung diamankan," kata Fuad.

Sedangkan dari keterangan SA yang belakangan diketahui merupakan ketua rukun tangga (RT) tersebut dirinya mengakui bahwa benar dialah yang mengemudikan speedboat tersebut sehari sebelumnya bersama seseorang yang dari keterangan SA bernama Syamsir yang masih dalam pengejaran petugas.

Petugas yang mengamakan kapal yang ditinggalkan pelaku dan kemudian membawa tersangka SA kelokasi dan neminta pelaku Sa untuk membongkar isi muatan speedboat  Alhasil, ditemukan 3 tas diduga berisikan narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan teh cina merk Guan Yin Wang warna hijau beserta 1 unit handphone, dompet dan identitasnya.

"Dari hasil interogasi tersangka SA, diperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan diperintah oleh seseorang yang berinisial RA alias ninja. Dari keterangan tersebut tim operasi gabungan melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan pelaku berinisial RA di wilayah Kabupaten Bengkalis," ujarnya.

Hasil perhitungan tim tersebut, ada tiga tas yang ditemukan di speedboat dengan sebuah tas dikemas dalam tas berwarna kuning merah berisi 19 bungkus, satu kantung dikemas dalam tas berwarna hitam biru berisi 18 bungkus dan satu kantung dikemas dalam tas berwarna hitam polos berisi 13 bungkus dengan total 50 kg.

Tampak hadir dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi ini antara lain Dandenpomal Dumai, BNN Kota Dumai, serta perwakilan Polres Dumai, Kodim Dumai. Nampak hadir juga perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat penggiat anti narkoba di Kota Dumai.

Dari penindakan ini, pelaku dijerat pasal Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Berhasil pula diamankan barang bukti berupa Shabu (Methaphetamine) seberat kurang lebih 50.000 Gram Brutto, dengan nilai barang sekitar Rp. 100.000.000.000,00 (Seratus milyar rupiah). Sementara secara immaterial, jika peredaran ini gagal di tegah, berpotensi merusak kesehatan ratusan ribu generasi bangsa. Pelaku dan barang bukti selanjutnya di serahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk proses lebih lanjut.
Tags Hukuman MatiKPPBC DumaiNarkobaPenyelundupan Narkoba
Komentar