• Home
  • Hukrim
  • Benarkah Bunda Putri Aktor Pengadaan Baju Batik?

Benarkah Bunda Putri Aktor Pengadaan Baju Batik?

Sabtu, 15 November 2014 16:09 WIB
DUMAI : Nama panggilan Bunda Putri mendadak menjadi selebritis, bahkan kini di Kota Dumai sosok misterius tersebut jadi perbincangan hangat. Sosok misterius itu dikabarkan tidak hanya turut terlibat menikmati aliran dana korupsi retribusi terminal barang, tapi juga ikut ambil bagian pada proyek pengadaan baju dinas dan batik dilingkungan Pemko Dumai.

Bahkan keberadaan bunda putri sendiri sangat berpengaruh di lingkungan Pemerintah Kota Dumai. Dia dikabarkan cukup memiliki wewenang dalam penempatan pejabat struktural di pemerintahan Kota Dumai. Tidak segan-segan, Bunda Putri ini akan menyingkirkan bagi pimpinan SKPD yang tidak mengikuti aturan mainnya.

"Beberapa hari belakangan ini kembali muncul nama Bunda Putri dari dugaan korupsi pengadaan baju batik di masing-masing SKPD Pemko Dumai. Kami meminta aparat penegak hukum baik jaksa dan polisi harus segera melakukan pengembangan. Kita juga penasaran, siapa sosok Bunda ini sebenarnya?," ujar Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Kota Dumai, H Armidi, SH, kemarin.

Siapakah sosok Bunda Putri ini sebenarnya, dan benarkah dia orang dekat penguasa. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, segelintir pejabat acap menyapa istri walikota dengan sebutan Bunda. Kabarnya, kata Bunda ini juga menjadi panggilan salah seorang tersangka saat bertemu istri walikota. Namun tidak jelas dengan pasti ada atau tidak kaitannya istri walikota dengan kasus korupsi ini.

"Menurut saya kemungkinan keterlibatan istri walikota dalam kasus ini sangat kecil sekali. Beliau itukan hanya ibu rumah tangga dan bukan atasan. Bagaimana mau terlibat dalam persoalan ini. Yang jelasnya, dalam masalah ini kecil kemungkinan membawa istri walikota Dumai yang selalu mendampingi suaminya yang sedang sakit itu," ujar salah seorang sumber.

Begitu juga beberapa kepala dinas yang berhasil ditemui mengungkapkan sama, kecil kemungkinan istri walikota Dumai terlibat dalam beberapa dugaan kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani aparat hukum. Diharapkan, kepada media bisa memilah-milah dalam memberikan kasus hukum yang unjung-ujungan menimbulkan efek keresahan masyarakat.

"Saya sendiri baru dengan ini ada sosok perempuan panggilannya bunda putri. Bahkan sampai dibawa-bawa nama istri walikota Dumai dalam masalah ini. Semoga semua permasalahan hukum yang ditangani cepat tuntas agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Media harus jelis dalam masalah ini, jangan sampai berdampak merugikan orang lain," tutup pejabat eselon II ini.

(adi/red)
Tags Hukrim
Komentar