• Home
  • Hukrim
  • Polda Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Batik Pemko Dumai

Nama Bunda Putri Kembali Muncul

Polda Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Batik Pemko Dumai

Sabtu, 15 November 2014 15:47 WIB
DUMAI : Pengadaan baju batik dilingkungan Pemerintah Kota Dumai, mulai masuk ranah hukum. Pihak Polda Riau sudah memeriksa belasan saksi terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut.

Sidikitnya sudah 17 orang saksi dari kalangan pejabat Pemko Dumai telah dimintai keterangan oleh Tim penyidik dari Polda Riau. Pemeriksaan itu sendiri dilakukan di Hotel Comfort dan tertutup untuk publik.

Informasi yang berhasil dirangkum riauheadline.com, Sabtu (15/11/14) bahwa proses pengadaan baju batik untuk seluruh SKPD itu terjadi dugaan markup hingga mencapai ratusan juta rupiah yang didanai dari APBD tahun 2012.

Sedangkan pemeriksaan terhadap 17 saksi itu dilakukan secara maraton. Satu persatu pejabat menaiki tangga menuju kamar hotel yang didalamnya ada Tim Penyidik Polda Riau, selama dua hari.

Beberapa pejabat yang sudah diperiksa Tim Penyidik Polda Riau, ketika dikonfirmasi mengatakan, ada sebanyak 17 saksi yang diminta keterangan oleh penyidik polisi. "Dari 17 orang saksi yang diperiksa ada pimpinan SKPD dan perangkat pembantunya," katanya enggan disebutkan namanya.
 
Bahkan sempat beredar kabar dalam dugaan kasus korupsi pengadaan baju batik ini melibatkan sosok yang disebut "Bunda Putri". Keberadaan nama "Bunda Putri" kini menjadi tenar bak selebritis yang sedang naik daun.

Tidak itu saja, bunda putri sendiri nampakanya masih menjadi sosok yang misterius dikalangan publik dan aparat penegak hukum. Tapi, nama panggilan bunda putri ini masih menjadi suatu tanda tanya besar, benarkah mereka tidak mengenal siapa sosok misterius "Bunda Putri"?.

Sosok "Bunda Putri" mulai mencuat namanya setelah digadang-gadangkan menjadi salah satu penerima setoran dari kasus dugaan korupsi Terminal Barang Dinas perhubungan (Dishub) Dumai dan pengadaan baju batik di lingkungan Pemko Dumai.

(adi/adi)
Tags Hukrim
Komentar