• Home
  • Hukrim
  • Buron PETI Kuansing Ditangkap Usai Tampil di Televisi Nasional

Buron PETI Kuansing Ditangkap Usai Tampil di Televisi Nasional

Sabtu, 15 Februari 2014 15:37 WIB

TELUK KUANTAN - Sehari setelah muncul disalah satu TV swasta dalam tayangan program "Telusur", akhirnya Pakcik alias Geneng Siswanto yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kuansing beberapa tahun silam tertangkap.

Pakcik berhasil dibekuk petugas saat berada dilokasi tambang emas ilegal miliknya di kawasan petapahan, Kecamatan Kuantan Tengahn Jumat (14/2/14) malam.

Pakcik merupakan DPO Polres Kuansing pada 2010 lalu, ia ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) bersama rekannya Yusran.

Namun Yusran beberapa waktu yang lalu telah menjalankan hukuman penjara dan sekarang sudah dinyatakan bebas. Yusran semenjak kejadian itu telah berhenti total dari aktifitas Peti. Sementara Pakcik dinyatakan buron. Ternyata dalam buronannya Pakcik tetap saja menjalankan aktifitasnya sebagai pelaku penambang emas ilegal.

Bahkan aktifitas Pakcik tersebut terpantau wartawan di kawasan Petapahan. Pakcik dalam melakukan aktifitasnya dalam menggarap pertambangan emas ilegal tersebut menggunakan dua unit alat berat.

"Saya ditangkap karena kasus lama, bukan kasus pertambangan yang sekarang," ujar Pakcik kepada riauterkinicom di ruang tahanan Mapolres Kuansing, Sabtu (15/2/14).

Diakui Pakcik, dirinya menggarap pertambangan di kawasan petapahan itu bekerja sama dengan salah seorang warga yang berdomisili di Pekanbaru yang diketahui bernama Sijabat. "Ya saya bekerja sama dengan Jabat," katanya singkat.

Siapakah jabat ini? Selentingan informasi yang dirangkum riauterkinicom, pernah sijabat ini beredar isu seorang oknum TNI berpangkat Kolonel. Bahkan isu tersebut sempat mencuat di sebuah media online beberapa waktu lalu.

Tidak hanya dikabarkan mengaku sebagai Oknum TNI berpangkat Kolonel, Sijabat ini juga tersiar kabar seorang oknum Anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Menyandang predikat itu, Sijabat merasa aman melakukan penambangan liar di Kuansing.

Namun setelah ditelusuri riauterkinicom beberapa waktu lalu. Riauterkini berhasil mewawancarai Sijabat di salah satu restoran di Pekanbaru.

Dalam wawancara itu, Jabat menampik tudingan tersebut. "Gak ada saya mengaku ngaku oknum TNI dan BIN, itu hanya isu belaka, mungkin saja itu perbuatan orang yang tidak senang dengan saya," paparnya.

Namun ketika ditanya keterlibatanya sebagai penambang liar di Kuansing, Jabat mengakui hal tersebut. Katanya peran dirinya dalam penambangan liar tersebut merupakan pemilik modal. "Saya memang bekerja sama dengan Pakcik. Saya hanya pemilik modal saja," ungkapnya.***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar