• Home
  • Sosial
  • Pertamina Gandeng Disnaker Dumai Gelar Seminar K3 dan Garnas 2014

Pertamina Gandeng Disnaker Dumai Gelar Seminar K3 dan Garnas 2014

Sabtu, 15 Februari 2014 15:08 WIB
DUMAI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai kerjasama dengan PT Pertamina RU II Dumai melaksanakan seminar tentang program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Gerakan Nasional (Gernas) K3 tahun 2014 dengan mengangkat tema "Lingkungan Kerja dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Serta Produktivitas Tenaga Kerja" yang dilaksanakan di Hotel Comfort Dumai, Sabtu (15/2/14).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai Amiruddin disela-sela acara mengatakan, tujuan ini dilakukan untuk memantapkan perusahaan dalam menerapkan program K3 itu sendiri dan mampu menekan zero accident di masing-masing perusahaan yang ada di Kota Dumai. Mengingat, Dumai saat ini sedang tumbuh subur perusahaan industri dan tidak menutup kemungkinan akan banyak mengalami musibah terhadap para pekerjanya.

"Tidak ada seorang pun yang menghendaki dirinya terkena musibah saat beraktivitas. Oleh karena itu, seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang diselenggarakan ini bisa menjadi pemahaman masing-masing perusahaan di Kota Dumai. Sedangkan K3 dalam kehidupan ini sangat penting menjadi perhatian serius bagi semua kalangan," ungkap Kadisnaker Dumai Amiruddin. 

Ditambahkan Amiruddin, jadikan K3 sebagai objek pekerjaan. Keselamatan dalam bekerja itu lebih penting, agar peningkatan produktivitas dan kinerja bisa berkesinambungan. Maka dari dengan adanya kegiataan seminar ini bisa bermanfaat kedepannya dan menjadi kunci sukses dalam meningkatkan pembangunan Kota Dumai menjadi lebih baik lagi dari pada tahun sebelumnya. 

"Saya juga mengucapkan terimakasih atas peran seran pertamina Dumai menggelar seminar K3 dan Gernas K3 tahun ini. Mudah-mudahan seminar ini bisa menjadi manfaat oleh semua pihak, terutama kepada perusahaan yang ada.Berkaitan dengan bulan K3 nasional, Pemko Dumai melalui Disnakertrans terus menjalin kerja sama positif sehingga telah mampu melaksanakan kegiatan sosial," tambahnya.

Menurutnya, program operasional K3 menuju budaya K3 tersebut sedang berjalan. Hal itu ditandai dengan koordinasi, singkronisasi integrasi antara sektor telah dilaksanakan dan akan berkesinambungan secara teratur. Sehingga, tambahnya, perlu monitoring dan pengendalian maupun pengawasan ketenagakerjaan dan ahli K3 di perusahaan juga peran serta Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di perusahaan.

"Semoga angka kecelakaan, penyakit akibat kerja, cacat menetap akibat kecelakaan kerja dapat ditekan serendah mungkin dan bahkan mencapai Zero Accident (Nihil Kecelakaan). Komitmen pengusaha, pekerja dengan standar kompetensi dan keterampilan yang baik, maka kondisi kerja aman, sehat, produktif dapat kita capai dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Kemudian Humas PT Pertamina Yefrizon mengatakan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 harus menjadi budaya dan jiwa setiap pekerja. K3 itu sudah menjadi kebutuhan bagi pekerja. Sehingga jangan sampai lengah dan terlupa karena bisa berakibat fatal dalam bekerja.

Terkait hal ini, Yefrizon mengajak seluruh elemen Pertamianj RU IV termasuk mitra  kerja untuk berkomitmen tinggi mengurangi insiden melalui berbagai program. "Komitmen itu ditunjukan antara lain dengan intervensi terhadap perilaku tidak aman, penggunaan alat pelindung diri yang benar, penerapan surat ijin kerja aman secara konsisten dan meningkatkan kehandalan kilang," tambahnya.

Dikatakan pula, peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 12 Januari 2014, merupakan tahun kelima bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif, dan bekerja secara kolektif dalam pencapaian K3 nasional, yaitu Berbudaya K3 Tahun 2015. Dalam upaya pencapaian visi K3 nasional tersebut, telah banyak keberhasilan yang tercapai.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar