• Home
  • Hukrim
  • Dishub Pekanbaru Dinilai Tebang Pilih Tertibkan Travel Liar

Dishub Pekanbaru Dinilai Tebang Pilih Tertibkan Travel Liar

Kamis, 27 Maret 2014 11:32 WIB

PEKANBARU - Penertiban kendaraan travel liar oleh aparat berwenang di Kota Pekanbaru, Riau, dinilai tebang pilih sehingga masih saja beroperasi ribuan kendaraan yang melayani penumpang antarkota dan antarprovinsi tanpa izin.

"Bagi pemilik yang melanggar dan mereka tidak bersedia mengurus izin, tentu harus ditindak jangan pilih kasih," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Pekanbaru Syaiful Alam di Pekanbaru, Kamis.

Dia mengatakan pihaknya mendukung upaya penertipan dari Dinas Perhubungan Pemkot Pekanbaru, tapi jangan dipilih-pilih, yang masih mengunakan plat hitam segera ditindak.

Pernyataan tersebut terkait aparat Dinas Perhubungan Pemkot Pekanbaru kesulitan untuk menertibkan kendaraan travel liar mayoritas minibus yang mencapai 1.100 unit.

Namun travel liar itu beroperasi untuk berbagai jurusan antarprovinsi dan antarkota mengunakan nomor polisi plat hitam, padahal yang telah mengurus izin memakai plat kuning.

Meski aparat berwenang sudah menertibkan puluhan unit kendaraan travel liar sehingga ditilang dan pengemudi menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, tapi keberadaan travel tersebut terus bertambah.

Aparat Dinas Perhubungan setempat dalam penertiban malahan bekerja sama dengan petugas Polresta Pekanbaru untuk menjaring kendaraan tanpa izin itu di perbatasan kota.

Walau begitu, petugas tidak melibatkan anggota Organda dalam penertiban sehingga sering lolos ketika ada operasi penertiban.

Menurut dia, jika terjadi musibah kecelakaan terhadap travel liar, maka penumpang akan dirugikan karena tidak mendapatkan klaim asuransi.

Syaiful mengatakan pihaknya bersedia diajak dalam penertiban travel liar karena memiliki data dan mengetahui keberadaan ribuan kendaraan pribadi yang digunakan untuk membawa penumpang umum tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan pekanbaru, Max Robert mengatakan pihaknya sudah maksimal dalam menindak travel liar. "Kami tidak bisa memasang target penertiban karena memang jumlahnya ribuan," katanya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar