• Home
  • Hukrim
  • Feri Babak Belur Dihajar Massa Setelah Todong Tentara Pakai Senpi di Pekanbaru

Feri Babak Belur Dihajar Massa Setelah Todong Tentara Pakai Senpi di Pekanbaru

Sabtu, 11 Juni 2016 22:38 WIB
PEKANBARU - Seorang pria bernama Feri M (27) babak-belur dihajar massa yang kesal dengan perangainya. Pria ini menodong seorang anggota Batalyon Infantri 132 Salo, Bangkinang.

Mulanya mereka bersitegang karena sepeda motornya menyenggol mobil prajurit TNI tersebut di perempatan Jalan Delima-Jalan Lobak Pekanbaru, sekitar pukul 17.00 WIB. Lalu polisi mengamankannya dan dia berusaha kabur.

"Sepeda motornya menyenggol mobil tentara. Sempat pertengkar, terus dia menodongkan pistol ke tetantara. Tentara itu marah, lalu ditangkapnya," tutur Dedi, salah seorang saksi mata.

Setelah ditangkap, personil TNI tersebut lantas menghubungi kepolisian terdekat. Tak lama kemudian datang dua personil Polsek Tampan melakukan pengamanan.

Saat menunggu mobil jembutan untuk membawa ke Mapolsek, mendadak Feri berusaha melarikan diri. Warga langsung ramai-ramai menangkap dan memukulinya. 

Beruntung ada beberapa personel polisi tak berseragam yang kemudian mengamankannya dari kondisi lebih parah akibat amukan warga.

"Kalau tak puasa, mungkin sudah dibakar massa dia," celetuk seorang warga menahan geram.

Seorang personil Polsek Tampan yang menangani kasus tersebut menunjukkan satu pucuk pistol yang digunakan pelaku menodong tentara tersebut. Ternyata bukan pistol sungguhan, melainkan mainan.

Kecurigaan petugas kalau Feri diduga pelaku tindak kejahatan dikuatkan adanya KTP orang lain di dompetnya. Selain KTP pelaku yang dikeluarkan Pemkab Kuasing juga ada KTP milik warga Rohul.

Saat ditanya punya KTP tersebut, Feri menyebut punya bapaknya, namun ia salah menyebut alamat bapaknya. Di KTP tertera Rokan Hulu, namun ia menyebut Bangkinang.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pekanbaru
Komentar