Gelar Operasi Pekat 2013, Polres Pelalawan Banjir Dukungan
Senin, 16 Desember 2013 18:42 WIB
PELALAWAN - Gebrakan Kapolres Pelalawan AKBP Alosysius Suprijadi menggelar Operasi Pekat secara kontinyu di wilayah hukum Polres Pelalawan mendapat dukungan banyak pihak.
Diharapkan operasi untuk menekan tindak kriminal dan berbagai penyakit masyarakat ini terus dilaksanakan dan menjadi rutinitas jajaran kepolisian.
"Saya yakin, kita semua sepakat untuk meminimalisir penyakit masyarakat, salah satunya prostitusi di Negeri Melayu ini. Jadi, kalau polisi yang memang memiliki wewenang penuh untuk memberantas pekat dan itu sudah dilaksanakan tentu kita semua mendukungnya. Ya kita dukunglah gebrakan Pak Kapolres dan jajaran," kata Ketua Majlis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Pelalawan DR H Edi Iskandar,S.Ag, M.Pd yang mendukung sepenuhnya operasi pekat yang dilaksanakan oleh Polres Pelalawan, Senin (16/12/13).
Edi mengatakan bahwa untuk memberantas maksiat memang perlu sinergi antar kepolisian, Pemda, ormas Islam. Dan yang paling penting lagi adalah partisipasi masyarakat. "Karena, ditinjau dari sudut manapun pekat adalah sesuatu yang dilarang, baik pandang agama maupun adat istiadat," ujarnya.
Selama ini, sambung Edi yang juga Kasie Pendis Kantor Kemenag Pelalawan, muncul semacam benturan. Ketika masyarakat akan bertindak sendiri memberantas Pekat dengan cara sendiri, terganjal melanggar hukum. Soalnya, jika masyarakat bertindak dengan emosi tentu terjadi tindak anarkis. Kalau seperti ini justru akan muncul masalah baru.
"Bukan pekat yang lenyap, tapi malah masyarakat yang terjerat masalah hukum, seperti pengrusakan, penganiyaan dan lainnya," sebutnya.Tapi ini tidak terjadi, lanjutnya, jika pemberantasan pekat itu langsung dilakukan aparat yang memang memiliki wewenang. Misalkan kalau Polri langsung terjun ke lapangan seperti saat ini. Menyita miras, merazia pasangan maksiat di hotel di warung remang-remang, siapa yang berani komplin, karena hal itu memang tugas mereka.
"Tapi coba, kalau yang bertindak warga, tentu ujung-ujungnya akan bentrok," tegasnya.
Dikatakannya, bahwa peran masyarakat adalah selain tidak memberikan peluang pelaku maksiat tentu bisa menginformasikan kepada polisi jika mengetahui adanya lokasi pekat. Artinya, masyarakat juga harus aktif memberi laporan kepada polisi terkait pekat.
"Dan saya yakin polisi akan segera merespon, karena memang bukan jamannya lagi polisi berdiri dibelakang pelaku kejahatan,'paparnya sambil berharap operasi Pekat terus dilakukan sehingga para pelakunya berfikir sejuta kali untuk membuka lapak maksiatnya kembali.
Ditambahkannya, selain itu dari laporan masyarakat, judi togel masih marak. Meski tidak terang-terangan, namun jual beli nomor judi ini dilakukan melalui pesan singkat.
"Dan informasi yang beredar masyarakat memang togel masih marak. Saya yakin pak polisi juga mampu memberantas pekat yang satu ini," tutupnya.***(Jhon)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

