Gubernur Annas Dianggap Tak Belajar dari Kasus Seniornya
Jumat, 26 September 2014 15:08 WIB
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Gubernur Riau Annas Maamun di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, kemarin sore. Penangkapan itu pun menambah deretan panjang pimpinan korupsi di Riau.
Tokoh masyarakat Riau, Tennas Efendi, menyayangkan kejadian itu, karena penangkapan Annas dinilai mencoreng nama baik Bumi Lancang Kuning. Apalagi, dua gubernur sebelum Annas juga ditangkap oleh KPK. [Baca: Prihatin, Tiga Gubernur Riau Terjerat Kasus Korupsi]
"Seharusnya pimpinan Riau, belajar dari kasus-kasus pimpinan sebelumnya mengapa bisa tersangkut kasus hukum. Jika belajar, tidak mungkin terjadi kepada pimpinan pemerintah sekarang," ujar Tennas di Pekanbaru, Jumat (26/9/2014).
Sebagai seorang pemimpin, Annas sebaiknya menjaga amanah rakyat dalam mejalankan roda pemerintahan. Kendati menyampaikan kritik, dia menghormati asas praduga tak bersalah atas kasus yang melilit Annas.
"Biarkan proses hukum terus berjalan. Kami harap kasus ini tidak menggangu roda pemerintah dan tidak ada politisasi. Pemprov Riau harus terus membangun demi kepentingan masyarakat," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Annas tertangkap-tangan menerima suap diduga terkait alih fungsi lahan di Riau. KPK turut menangkap delapan orang lainnya, termasuk menyita mobil dinas, dan uang dolar Singapura. Status Annas sendiri hingga kini masih sebagai saksi.***(okz)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

