Minta Blok Kampar Dikelola Daerah
IKMPI Ancam Lumpuhkan Lintas Timur
Kamis, 30 Oktober 2014 15:46 WIB
PELALAWAN - Mahasiswa Pelalawan mengancam akan menggelar aksi besar-besaran untuk menuntut pengelolaan Blok Kampar, akan akan habis masa kontraknya dengan PT. Medco pada November tahun ini. Salah satu ancaman mahasiswa Pelalawan ini, adalah akan melumpuhkan Jalan Lintas Timur.
"Bersama masyarakat kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan masyarakat Pelalawan untuk mengelola Blok Kampar tidak dikabulkan Pemerintah pusat," Demikian pernyataan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Pelalawan Indonesia (IKMPI), yang disampaikan Wakil Sekjen IKMPI Wan Andi Gunawan.
Saat ini, kata Andi, mahasiswa Pelalawan sedang melakukan konsolidasi kekuatan, baik terhadap seluruh mahasiswa Pelalawan se Indonesia, maupun dengan semua elemen masyarakat.
"Termasuk konsolidasi dengan mahasiswa Indragiri Hulu (Inhu), karena memang Blok Kampar termasuk juga dalam wilayah kabupaten Inhu," sebut Wan Andi.
Aksi-aksi yang akan dilakukan dalam waktu dekat, adalah demonstrasi di Lirik Inhu Jumat (31/10) besok. "Senin pekan depan aksi di Kantor Gubernur Riau," jelas Andi lagi.
Tuntutan mahasiswa Pelalawan jelas meminta Kementria ESDM untuk tidak melakukan lelang terbuka terhadap Blok Kampar. Masyarakat Pelalawan dan Inhu, sebut Andi, menginginkan mengelola sendiri Blok Kampar ini melalui badan usaha milik daerah (BUMD) dua kabupaten ini.
Andi menuturkan, selama belasan tahun PT. Medco yang ditunjuk mengekploitasi Blok Kampar ini, sangat tidak memberikan mamfaat bagi masyarakat Pelalawan, terkhusus masyarakat Kerumutan.
"Kami tidak menghendaki Medco masih bercokol di Blok Kampar. Belasan tahun mengeruk kekayaan alam Pelalawan, apa sumbangsihnya terhadap daerah, hanya nol besar. Dari pada Blok Kampar dikelola kontraktor yang tidak bertanggung jawab, lebih baik ditutup saja Blok Kampar ini," jelasnya dengan emosi.
Selama ini, kata Andi lagi, Medco sama sekali tidak memiliki kepedulian dengan masyarakat setempat. Tidak ada seorangpun, warga Kerumutan yang disekolahkan oleh perusahaan.
"Mana ada program-program untuk masyarakat dari Medco. Mereka mengeruk kekayaan kita, sementara masyarakat dibiar hidup di bawah kemiskinan. Kami ingin Blok Kampar dikelola oleh daerah dalam hal ini Pemda Pelalawan dan Inhu," tegasnya.
IKMPI kata Andi, berharap pesan moral ini diterima Sudirman Said selaku Menteri ESDM. "Dan terutama kepada Presiden Joko Widodo, selaku orang nomor satu di negara ini, agar mendengar aspirasi masyarakatnya," harap Wan Andi Gunawan.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

