• Home
  • Hukrim
  • Ibu dan Bayi di Bengkalis Tewas Diduga Malprektik Bidan Kacangan

Ibu dan Bayi di Bengkalis Tewas Diduga Malprektik Bidan Kacangan

Senin, 23 Desember 2013 16:15 WIB

PEKANBARU - Novi Silawati beserta bayi yang dikandungnya harus meninggal dunia diduga akibat kelalaian seorang tenaga medis. Kepolisian Daerah Riau masih menyelidiki kasus dugaan malapraktik itu.

Informasi kepolisian yang disampaikan ke wartawan, Senin siang (23/12/2013), menyatakan bahwa kejadian tersebut dilaporkan pada Jumat pekan lalu.

Kronologi kejadian berawal ketika korban melakukan pemeriksaan kandungan anak keduanya ke dokter Erry Franto. Saat itu, menurut pangakuan saksi, Nasril (52), hasilnya korban dinyatakan tidak bisa melahirkan secara normal dan harus dilakukan tindakan operasi mengingat posisi bayi dalam keadaan miring atau sungsang.

Selesai pemeriksaan itu, kata saksi, Novi kemudian pulang menuju rumahnya yang berlokasi di Jalan Cantik Manis, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Namun ditengah perjalanan, demikian saksi sekaligus pelapor, Novi bertemu dengan tersangka yakni DW, seorang bidang di daerah itu. "Saat itu tersangka mengatakan kepada korban, bahwa dia mampu untuk membantunya melahirkan secara normal tanpa operasi," katanya.

Karena bujukan itu, kata dia, korban akhirnya mengikuti permintaan pelaku agar melahirkan normal, meski faktanya DW tidak sanggup. "Karena tidak sanggup kemudian tersangka merujuk korban ke Rumah Sakit Mutia sari yang berlokasi di Jalan Bathin Bertuah Nomor 01 Z, Kota Duri, Kecamatan Mandau Bengkalis," kata dia.

Namun sayangnya, demikian saksi, sesampainya di rumah sakit tersebut, korban beserta bayinya tidak lagi tertolong karena pendarahan hebat. "Kejadian itu berlangsung pada pertengahan November 2013. Namun saya baru melaporkannya akhir pekan lalu bersama keluarga korban," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengatakan pihaknya telah mendapat informasi terkait dugaan kasus malapraktik tersebut. "Kasusnya masih dalam penyelidikan dan pelaku akan diperiksa," katanya.***(grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar