Ingin Nikmati Listrik, Warga Pontian Kocik Demo ke DPRD Kampar
Senin, 15 September 2014 17:57 WIB
BANGKINANG - Ratusan masyarakat Desa Pontian Kocik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar yang terhimpun dalam Gerakan Tani Nelayan Indonesia (GTNI) Riau melakukan aksi demo ke gedung DPRD Kampar Senin (15/9/14).
Mereka menuntut agar Pemerintah segera membangun jaringan listrik.Sebab hingga saat ini masyarakat didesa tersebut belum pernah menikmati penerangan listrik serta menyampaikan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi karena ulah distributor jahat.
Ironisnya sudah sejak tahun 2009 masyarakat Desa Pontian Kocik mengajukan permohonan baik melalui Musrenbangdes,Musrenbangcam bahkan telah mengirim permohonan langsung ke pihak PLN dan dinas terkait lainnya.
‘’Bahkan masyarakat sudah meminta DPRD Kampar untuk melakukan hearing, namun hingga sampai saat ini tak satupun yang terealisasi, untuk itu kami mengharapkan pemerintah segera membangun jaringan listrik didesa kami,’’ujar Korlap aksi Jasa Irwan dalam orasinya.
Kedatangan massa ke Gedung DPRD Kampar sempat dihadang di pintu masuk Komplek Perkantoran Pemkab Kampar. Namun atas restu dari Ketua sementara DPRD Kampar Ahmad Fikri massa ini di persilakan masuk. Sebelum beraksi di DPRD, warga juga menyampaikan aspirasi di Kantor Dinas Pertambangan dan energi Kampar.
Dihadapan Ketua sementara DPRD Kampar Ahmad Fikri didampingi anggota Habiburrahman, Repol, Ramadhan dan Diski massa ini menyampaikan lima pernyataan sikap.
Pertama, massa minta segera bangun jaringan listrik di Pontian Kocik dan kampung-kampung lain di Kabupaten Kampar. Selanjutnya GTNI Riau juga minta hentikan distributor jahat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Tuntutan ketiga agar menindak perusahaan-perusahaan pencemar sungai-sungai nelayan di Kabupaten Kampar. Kemudian bangun sistem irigasi yang lebih baik untuk lahan pertanian persawahan dan DPRD serta Pemkab Kampar bertanggungjawab atas realisasi tuntutan masyarakat.
Setelah mendengarkan tuntutan massa tersebut, Ketua sementara DPRD Kampar Ahmad Fikri menyampaikan bahwa tuntutan dari masyarakat Pontian Kocik ini merupakan bagian kecil dari masalah yang ada di Kampar Kiri Hilir.
"Dari sekian banyak ini yang menjadi pokok persoalan, dan dalam waktu dekat DPRD Kampar segera menggelar hearing dengan pihak terkait diantaranya Distamben Kampar, yakni pada Kamis (18/9/14) mendatang untuk mengetahui apa saja kendalanya dan kenapa listrik belum bisa dialiri,"tuturnya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

