• Home
  • Hukrim
  • Jaksa Lidik Mark-Up BBM PLN Pangkalan Kerinci 2012-2013

Jaksa Lidik Mark-Up BBM PLN Pangkalan Kerinci 2012-2013

Senin, 19 Januari 2015 19:30 WIB
PELALAWAN : Dua orang perwakilan PLN rayon Pekanbaru dimintai keterangan oleh Kepala Kejaksaan Pangkalan Kerinci, Senin (19/1/15). 

Kedatangan dua orang pejabat PLN Pekanbaru ini terkait dugaan mark-up penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2012-2013. Hanya, saja pemeriksaan tersebut terkesan ditutupi.

Dua, pejabat PLN ini, diperiksa diruang terpisah. Satu orang diperiksa diruangan Kasi Pidsus dan satu lagi, diperiksa diruang kerja kepala Kejari Adnan, SH.

Bersama awak media lainnya, datang ke kantor Kajari sekitar pukul 15.30 wib. Hanya saja pada saat itu, kedua pejabat PLN sedang mengikuti proses pemeriksaan.

Alhasil, riauterkini.com, mencoba komfirmasi kepada Kasi Intel Denny terkait pemeriksaan yang bersangkutan. Tak pelak, Kasi Intel ini, mengaku tidak ada pemeriksaan pada hari ini yang ditangani Kajari. "Tidak ada, pemeriksaan-pemeriksaan kasus yang ditangani Kajari hari ini," tegas Denny.

Berhubung, pada wawancara itu riauterkini.com sudah mengontak, sambungan telepon kepala Kajari Adnan. Entah, sengaja atau tidak, sambungan telepon Kepala Kajari yang melakukan pemeriksaan pada posisi hidup.

Riautekini.com memperlihatkan, sambungan telepon, yang masih terhubung kepada Kasi Intel. Dengan wajah sedikit malu, ia berterus terang bahwasanya memang ada, pemeriksaan berkaitan penyalah gunaan BBM di PLN Pangkalan Kerinci.

Saat itu juga, Denny memanggil anak buahnya, untuk segera masuk ke ruangan Kajari meminta Kajari untuk mematikan sambungan yang masih terhubung dengan wartawan. "Tolong ke ruangan pak Kajari, suruh bapak mematikan teleponnya," jelas Denny.

Ia mengakui, dua pejabat PLN sedang dilakukan pemeriksaan terkait penyalah gunaan BBM. "Iya ada pemeriksaan, tapi tahapan masih penyelidikan, masih memintai keterangan saksi," tandas Denny.

Ditempat terpisah, Kepala Kajari Pangkalan Kerinci, Adnan SH, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin sore atau setelah melakukan pemeriksaan, terhadap dua pejabat PLN ini mengakui ada pemeriksaan terhadap pejabat PLN itu.

Hanya saja Adnan enggan membeberikan, nama kedua pejabat PLN tersebut yang dimintai datang ke Kajari Pangkalan Kerinci. "Hanya cerita-cerita saja tadi sama yang bersangkutan," terang Adnan, yang bertolak belakang dengan posisi telepon genggam dia on, sebelumnya. Dimana pada saat itu sangat jelas, Adnan mencecar pertanyaan beruntun.

Namun Adnan mengakui, bahwa korpnya saat ini, sedang melakukan dugaan korupsi yang dilakukan oleh PLN Pangkalan Kerinci, yakni terkait mark-up BBM untuk mesin pembangkit listrik diesel PLN padan tahun 2012-2013. "Tadi, tidak cukup waktu besok kita panggil lagi. Kalau di PLN ini banyak kali mekanismenya," tandas Adnan mengakhiri.

(feb/feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar