• Home
  • Sosial
  • Kepulauan Meranti Ikut Mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan

Kepulauan Meranti Ikut Mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan

Senin, 19 Januari 2015 19:28 WIB
MERANTI : Perbaikan irigasi pertanian menjadi skala prioritas utama Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam mewujudkan Indonesia swasembada pangan (Padi, Jagung dan Kedelei) tahun 2018 mendatang.

Untuk mensukseskan itu, Senin 19 Januari 2015 hari ini secara serentak di seluruh daerah termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti diinstruksikan melakukan Pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi melaui acara Peletakan Batu Pertama. 

"Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama perbaikan jaringan irigasi sesuai instruksi Menteri Pertanian yang disampaikan langsung kepada Bupati, Dinas Pertanian dan Instansi TNI AD," kata Kadistan Kepulauan Meranti, Yulian Norwis. 

Kegiatan peletakan batu pertama pencanangan diareal pertanian wilayah Kepulauan Meranti dilakukan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Dr Ir Masganti MS, Sekdakab Kepulauan Meranti, Drs H Iqaruddin MSi, Kadis Pertanian Kepulauan Meranti dan Danramil 04 Tebing Tinggi. 

Untuk tahap pertama irigasi yang akan dibangun wilayah Kepulauan Meranti sepanjang 1000 hektar, irigasi tersebut meliputi lahan pertanian gabungan kelompok tani di tiga desa, yakni Desa Sendaur, Desa Mekarbaru dan Desa Binamaju yang masuk dalam wilayah dua kecamatan, Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir. 

Menurutnya saat ini Kepulauan Meranti memiliki total lahan pertanian dengan luas sekitar 6000 hektar yang tersebar disejumlah pulau, namun selama ini pengelolaan lahan pertanian itu mendapat hambatan dengan keterbatasan infrastruktur pertanian terutama irigasi. 

"Artinya belum keseluruhan lahan itu aman dalam pengelolaannya saat ini, dengan adanya gerakan perbaikan jaringan irigasi, produktivitas pertanian di Kepulauan Meranti dapat meningkat signifikan dimasa mendatang,"Tutur Kadistan Meranti itu. 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Dr Ir Masganti MS mengatakan, saat ini perbaikan irigasi pertanian menjadi skala prioritas utama Menteri Pertanian dalam mewujudkan Indonesia swasembada pangan (Padi, Jagung dan Kedelei) tahun 2018 mendatang. 

Menurutnya, selama ini yang menjadi kendala bagi petani dalam bercocok tanam adalah terjadinya intrusi air laut yang masuk ke lahan pertanian terutama diwilayah Kepulauan yang dikelilingi laut seperti Kepulauan Meranti ini, hingga menyebabkan rusaknya hasil panen. 

Sekda Kepulauan Meranti, Iqaruddin, menyampaikan apresiasi yang besar kepada para petani yang telah berpartisipasi untuk mewujudkan program pemerintah. Pemerintah daerah juga akan memaksimalkan perannya dalam membantu para petani. 

"Dianggaran tahun ini ada program fisik untuk pembangunan irigasi," ujarnya. 

Ia juga meminta kepada para penyuluh pertanian yang berada dibawah DPKP Kepulauan Meranti agar bisa bekerja maskimal memberikan penyuluhan kepada para petani. Terutama saat para petani akan menggunakan teknologi baru yang menggunakan bibit unggul dengan umur panen hanya tiga bulan. 

"Penyuluh dan petani bisa berkolaborasi ilmu dan pengalaman," pesan Sekda Meranti itu. 

Salah seorang petani Desa Sendaur, Sahrin, mengucapkan terimakasih atas bantuan pembangunan irigasi ke wilayah pertanian di desanya. Saat ini yang menjadi kesusahan petani hingga menyebabkan gagalnya panen tiga tahun berturut-turut, adalah ketersediaan air untuk mengairi sawahnya. 

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa mengatasi semua permasalahan kami. Hasilnya pun lebih meningkat," harapnya.

(fan/fan) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar