Kepulauan Meranti Memanas, Toko-toko Tutup
Kamis, 25 Agustus 2016 14:44 WIB
PEKANBARU - Bentrok masyarakat Selapatpanjang dengan polisi mulai berimbas pada ketakutan. Para pemilik toko di Kota Sagu tersebut memilih menutup tempat usahanya lebih awal.
Sepertinya mereka khawatir bentrok antara warga dengan polisi pecah menjadi kerusuhan massa yang tak terkendali.
Dari pantauan wartawan, sejak lepas tengah hari para pemilik toko yang umumnya masyarakat Thionghoa mulai menutup toko mereka.
Kondisi paling sepi dari kegiatan usaha dan nyaris lumpuh di kawasan sekitar Mapolres Meranti di Jalan Pembangunan.
Seluruh toko ditutup rapat, mengingat kawasan tersebut merupakan titik konsentrasi masyarakat yang marah.
Akibat dari situasi tersebut, masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan. Beberapa warga yang ingin membeli rokok tak menemukan toko maupun kedai yang buka di sekitar Mapolres Meranti.
Saat masyarakat dan polisi sama-sama menahan diri, namun situasi bisa berubah setiap saat, menyusul kemarahan massa yang mudah tersulut.
Terlebih setelah beredarnya kabar ada soerang warga tewas tertembak polisi saat bentrok di Mapolres Meranti beberapa jam lalu.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal
-
Hukrim
Keluarga Korban Kecewa Terdakwa Kasus Meranti Berdarah Divonis 1 Tahun 6 Bulan
-
Hukrim
Pekerja Kilang Sabu di Meranti Tewas Tersengat Listrik
-
Hukrim
Polisi Meranti Amankan Puluhan Kubik Kayu Olahan
-
Hukrim
Kapolres Meranti Pimpin Sertijab Kepala Bagian Operasi
-
Hukrim
Kapolres Meranti Cek Kelangkaan BBM Akibat Keterlambatan Kapal Pengangkut

