• Home
  • Hukrim
  • Kisah Perjalanan Edi Palembang Sebelum Tewas Ditembak Polisi

Perampok Ulung Berjiwa Pahlawan

Kisah Perjalanan Edi Palembang Sebelum Tewas Ditembak Polisi

Kamis, 04 Desember 2014 15:04 WIB
PEKANBARU : Salah seorang teman Edi Palembang, Farhan Wijaya diamankan ke Mapolresta dari Jakarta. Namun, sejauh ini, teman yang melarikan Edi Palembang dari Lampung ke Jakartaa itu belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum cukup bukti. Farhan mengaku membalas budi melarikan Edi Palembang ke Jakarta. 

Cerita perkenalan mereka bermula ketika, Farhan dan Edi Palembang sama-sama bekerja sebagai supir truk di Muara Bungo, Jambi, tahun 2013. Ketika Farhan akan dirampok, Edi Palembang menyelematkannya. Sejak itu, Farhan mengenal Edi Palembang adalah orang baik yang bernama "Dian". 

"Farhan adalah warga Lampung. Edi Palembang mendatangi Farhan di Lampung saat pelariannya. Edi Palembang meminta bantuan Farhan untuk mencari kerja ke Jakarta. Karena merasa iba dengan kondisi Edi Palembang dan ingin membalas budi, Farhan kemudian mengenalkan Edi ke Budi Suman, seorang supir," ungkap Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan Harun, Rabu (3/11/14). 

Kasat mengungkapkan bahwa Farhan dan Budi Suma alias Ujang juga merupakan teman lama, karena pernah bersama membawa metro mini di Jakarta. Dimana Farhan adalah kondektur dan Budi adalah pengendara metro mini.

"Mereka bertiga kemudian menginap di rumah Budi, tapatnya di satu komplek kumuh, di Srengseng. Di sanalah Edi Palembang kita tangkap dan ditembak," sambung Hari. 

Dari hasil pemeriksaan, Farhan dan Budi tidak mengenal Edi Palembang sebagai seorang perampok yang ketika itu sedang melarikan diri dari kejaran polisi. Saat ini, polisi masih mengamankan Farhan di Mapolresta Pekanbaru dengan status saksi. 

"Kita belum kuat bukti untuk menjerat Farhan. Kita kekurangan saksi. Selain itu, belum ada saksi yang mengungungkapkan bahwa Farhan juga seorang perampok. Kita menunggu informasi dari jajaran Polda lain," jelas Kompol Hari. 

Edi Palembang Dikenal Baik

Edi Palembang Dikenal Baik oleh Teman dan Keluarga di Solok Farhan tidak akan pernah melupakan jasa perampok antar provinsi yang menembak mati anggota polisi itu. Karena Arkaldinata alias Edi Palembang alias Dian (nama yag dikenal Farhan) pernah menyelamatkan nyawanya saat akan dirampok di Muara Bungo. 

Di kampung asalnya, Solok, Sumatera Barat, ia dikenal dengan nama Dina atau kerap disapa "Ketua". Dari informasi, saat pemakaman Edi Palembang, Selasa (2/12/14) siang, tidak sedikit teman dan keluarganya yang menyedihkan ketika ia tutup usia 38 tahun. 

"Dia dikenal baik oleh teman-teman kampungnya. Dia royal, sering ngasih uang dan sering membantu teman-temannya dalam berbagai hal. Hanya beberapa orang yang mengetahui bahwa ia adalah perampok," ungkap Kasat Reskrim. 

Kasat mengungkapkan bahwa Edi Palembang adalah anak ketiga dari enam bersaudara yang berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah. "Semenjak kecil ia ditinggal oleh ayahnya. Mereka hidup diasuh oleh ibunya. Dan setelah dewasa, ia menjalani kehidupan sendiri," sambung Kasat. 

Edi Palembang kemudian merantau ke Jambi, kerja sebagai supir. Ia juga sempat menjadi supir di Lampung, Solok dan Pekanbaru. Di Pekanbaru ia sempat beberapa lama menjadi supir angkot. "Edi Palembang punya banyak nama. Dimana ia tinggal, namanya selalu berbeda. Tetapi, nama aslinya Arkaldinata," kata Hari. 

Sedangkan nama "Edi Palembang" itu terkenal semenjak ia merampok emas seberat 20 kg di Jambi, beberapa tahun yang lalu. "Kalau di Pekanbaru namanya Riki. Di Solok atau nama panggilan kecilnya Dina. Di Lampung dan Jambi namanya Dian," tutup Kompol Hari. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Edi Palembang adalah perampok yang menembak mati anggota polisi Bripka Harianto Bahari, 9 November silam. Dua puluh satu hari berselang, polisi berhasil 'membalas dendam' dengan menembak mati perampok yang dinilai lihai itu. 

Edi Palembang terlibat dalam beberapa aksi kejahatan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung dan Jakarta. Edi Pelambang adalah seorang residivis dan pernah kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Jambi. Dan lari dari sergapan polisi di Jambi. Ia diyatakan memiliki empat senjata api.

(gem/gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar