Alami Luka di Perut
Kondisi Anggota DPRD Riau Sugeng Pranoto Membaik
Sabtu, 17 Januari 2015 16:06 WIB
PEKANBARU : Kondisi terakhir Sugeng Pranoto, Anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan mulai membaik. Bahkan, ruang ICU yang semula tempat ia dirawat, saat ini sudah dipindahkan ke Ruang Rawat Inap, Rumah Sakit Awal Bros.
"Kondisi terakhirnya sudah mulai membaik dan Beliau sudah pindah ruangan, yang awalnya di ruangan ICU, sekarang sudah di Ruang Rawat Inap," kata Taufik Arrakhman, Anggota Komisi A DPRD Riau usai membesuk Sugeng Pranoto, Sabtu (16/01/15).
Dalam kesempatan itu, Sugeng Pranoto sempat menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya. Waktu itu ceritanya, Sugeng Pranoto dipukul oleh dua orang yang diduga oknum TNI di Kantor PDI Perjuangan Riau, Kamis malam lalu.
"Berhubung saat itu kondisinya masih lemah, maka ia belum bisa menceritakan penyebab pemukulan itu, termasuk dari kesatuan mana oknum yang diduga melakukan pemukulan tersebut," ungkap ketua BK DPRD Riau ini.
Politisi Gerindra ini juga menyempatkan diri untuk bercerita dengan dokter jaga waktu itu. Dari hasil pembicaraannya, Sugeng Pranoto mengalami luka parah di bagian perut dan akan ada tindakan medis selanjutnya, seperti scane di bagian tubuh yang lain.
Sebagai komisi yang membidangi hukum, ia pun menyayangkan aksi main hakim tersebut. Menurutnya, jika Sugeng Pranoto mempunyai persoalan, maka jalan keluarnya tidak mesti dengan main hakim sendiri.
"Kita akan koordinasikan persoalan ini dengan pimpinan satuan yang diduga memukul Sugeng Pranoto. Ini mesti ditindak tegas pelakunya," tutup anggota dewan dari daerah pemilihan Kota Pekanbaru ini.
(ary/ary)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Banmus Jadwalkan Pelantikan Ketua DPRD Riau Meski SK Masih di Mendagri
-
Hukrim
Keberadaan KPAID Rokan Hulu Dipertanyakan
-
Hukrim
Direktur PT GTC Resmi Tersangka Atas Kasus Penipuan Travel Perjalanan Umroh
-
Hukrim
Demo Ratusan Mahasiswa Turunkan Jokowi-JK Berlangsung Ricuh di DPRD Riau
-
Hukrim
WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru
-
Hukrim
Operasi Simpatik 2015 Libatkan 330 Petugas Gabungan

