• Home
  • Hukrim
  • Mahasiswa Faperta UR Tak Menyangka Gulat Manurung Ditangkap KPK

Mahasiswa Faperta UR Tak Menyangka Gulat Manurung Ditangkap KPK

Senin, 29 September 2014 18:24 WIB

PEKANBARU - Nama Anas Maamun dan Gulat Manurung semakin tenar di beberapa media, baik lokal maupun media Nasional akhir-akhir ini. Sayangnya ketenaran tersebut karena mereka berdua tertangkap tangan oleh KPK sedang melakukan transaksi suap.

Sontak pemberitaan ini sempat mengoncangkan Riau secara umum, tidak terkecuali para mahasiswa didikan Gulat Manurung yang merupakan Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Riau (UR).

Pada umumnya, para Mahasiswa UR terutama mahasiswa Faperta merasa kaget bahkan tidak menyangka dengan kasus yang menimpa dosennya tersebut. Pasalnya, Gulat Manurung dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan royal di kalangan mahasiswanya.

Seperti yang disampaikan Agus, mahasiswa Faperta UR kepada sejumlah wartawan, Senin (29/9/2014). Dia mengaku tidak menyangka kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi.

"Jujur waktu mendengar ada dosen UR yang bernama Gulat Manurung tersandung kasus suap kepada Gubernur Riau, kami langsung kaget, bahkan tidak percaya kenapa itu terjadi," Agus.

Dikisahkannya, dalam Aktivitas perkuliahan, Gulat Manurung dikenal dengan sosok yang baik, dan cara mengajarnya pun mudah diserap serta mudah dimengerti oleh mahasiswa. 

"Waktu itu kami pernah belajar dengan beliau tentang Dasar-dasar Perkebunan, dan bila membahas mengenai perkebunan sawit, beliau terlihat sangat mengerti dan menjiwai sekali, tapi sekarang malah sudah menjadi tersangka oleh KPK," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Yuli. Dia mengaku miris dengan ditetapkannya Dosen Faperta UR tersebut sebagi tersangka suap oleh KPK. Dia jua sekaligus ikut prihatin dengan nasip dosennya itu.

"Kami para mahasiswa UR ikut prihatin dengan masalah yang menimpa dosen kami, dan biarlah ini menjadi ranah hukum yang menentukan, dan keadilan dapat ditegakkan. Kalau salah di mata hukum, maka akan salah pula, begitu juga sebaliknya," tukasnya.

Mereka juga menyuarakan agar kasus ini menemukan titik terang dan segera terungkap. "Sebagai mahasiswa kami belum mengambil sikap, kami juga tidak mau menanggapi secara arogan,  karena sekarangkan masih dalam penyelidikan, masih ada praduga tidak bersalah," pungkasnya.

Tapi tak dipungkiri oleh para mahasiswa ini, jika sudah terbukti bersalah maka sanksi dan hukuman harus diterima oleh Pak Gulat Manurung, karena hukum tidak memandang bulu, siapa dia, dari mana dia dan apa profesi dia, yang salah tetap salah.***(hrc-adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar