• Home
  • Hukrim
  • Mahasiswa di Pekanbaru Ancam Bakar dan Idoni Polisi

Demo Penolakan Kenaikan BBM

Mahasiswa di Pekanbaru Ancam Bakar dan Idoni Polisi

Rabu, 19 November 2014 16:53 WIB
PEKANBARU : Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar menimbulkan gejolak di Riau. Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru, berunjuk rasa. 

Mereka menyandera mobil tangki milik PT Pertamina dan memaki Jokowi dan polisi, bahkan Kapolsek Tampan Kompol Suparman di lokasi diludahi pada bagian wajahnya.

"Unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa mengarah kepada anarkis. Meski begitu, kita tetap hadapi dengan kepala dingin walaupun ada yang meludahi saya juga," ujar Kapolsek Tampan Kompol Suparman kepada merdeka.com, Rabu (19/11) pagi.

Meski puluhan mahasiswa tersebut memaki dan mengancam akan membakar polisi jika menangkap mereka, serta tuntutan mereka, agar rekan mahasiswa di Makassar yang ditahan agar dibebaskan. Namun, polisi yang berjaga mengamankan demonstrasi dari aksi anarkis tidak membalas tindakan para demonstran.

"Gak ada yang diamankan, mahasiswa sengaja memancing keributan dengan memancing emosi polisi. Mereka berencana akan buat situasi seperti di makassar. Mahasiswa yang demo memaki-maki polisi dengan kata-kata kotor, kita tetap menjaga situasi agar kondusif," terang Suparman.

Demo mahasiswa UIN Susqa Pekanbaru tersebut di Jalan HR Subrantas, Panam, Kecamatan Tampan, Pekanbaru Kota, pada Selasa (18/11) sekitar pukul 21.00 WIB. Mahasiswa menyandera mobil tangki milik Pertamina dan menulis caci makian terhadap Presiden Jokowi.

"Saya tekankan kepada anggota agar tidak terpancing emosi, meski demo mereka tidak terkoordinir. Namun di akhir demo, mereka melepas truck milik Pertamina tersebut," ujarnya.

(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar