• Home
  • Hukrim
  • Masalah Narkoba Jadi Topik Audiensi PWI Dumai Bersama Mitra

Masalah Narkoba Jadi Topik Audiensi PWI Dumai Bersama Mitra

Rabu, 15 Maret 2017 17:06 WIB
Ketua PWI Perwakilan Dumai Kambali bersama pengurus lainnya melakukan audiensi dalam rangka memohon doa restu untuk mensukseskan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) Riau 2017 kepada DPRD Dumai.
DUMAI - Letak geografis Kota Dumai kerap dimanfaatkan jaringan narkotika internasional sebagai jalur pasokan barang haram. Masuk lewat Kota Dumai lalu disebarkan ke segala penjuru negeri ini.

Melihat fenomena mengerikan ini membuat Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Mat Perang Yusuf, SH terasa terenyuh begitu tiba di Kota Dumai untuk menjabat sebagai pimpinan lembaga Adhyaksa tersebut.

"Begitu saya sertijab dan menjabat di Dumai langsung disodori pemberitaan tentang narkoba. Jumlah narkoba yang diamankan petugas cukup banyak," terangnya saat audiensi bersama PWI Perwakilan Kota Dumai.

Dirinya berpendapat, bagaimana bisa narkoba sekala besar itu leluasa masuk ke Kota Dumai. Sudah sejauh mana penanganannya terhadap narkoba yang mampu menghancurkan generasi muda bangsa Indonesia ini.

"Saya punya keinginan bisa duduk bersama dengan tokoh masyarakat dan instansi hukum guna memecahkan persoalan narkoba ini. Saya cukup prihatin dengan kondisi Dumai seperti ini," ucap Yusuf, Rabu (15/3/17). 

Kecemasan terhadap bahaya narkoba yang dirasakan Kejari Dumai juga sama dirasakan pimpinan lembaga DPRD Kota Dumai. Wakil rakyat ini meminta segala komponen bersatu padu memerangi peredaran narkoba.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi Dumai saat ini. Narkoba bertebaran dimana-mana dan pengendalinya selalu memanfaatkan  warga Dumai untuk menjalankan bisnis haramnya tersebut," kata Gusri Effendi, Ketua DPRD Dumai.

Senada disampaikan Idrus, Wakil Ketua DPRD Dumai, bahwa persoalan narkoba cukup membahayakan dan ini harus segera mungkin ditangani dengan cara duduk semeja yang melibatkan berbagai komponen terkait.

"Tokoh masyarakat, tokoh agama dan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah harus secepat mungkin melakukan rapat koordinasi guna mengantisipasi masuknya narkoba dari jaringan internasional ini," katanya.

Idrus juga memberikan saran kepada aparat hukum untuk memaksimalkan patroli laut guna mengantisipasi atau menangkal para jaringan narkotika internasional menjalan usaha gelapnya melalui perairan Dumai.

"Kalau masalah narkoba ini sebenarnya sudah cukup pelik. Proses hukuman penjara hingga berujung eksekusi mati tak membuat pelakunya jera menjalankan bisnis haram tersebut. Maka harus ada langkah kongkrit mengenai persoalan ini," jelasnya.

Sedangkan Zainal Abidin SH, Wakil Ketua III DPRD Dumai ikut memberikan pemikiran kepada pemerintah daerah untuk segera mungkin membekali pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya narkoba melalui sekolah.

"Langkah pasti menurut saya itu dari sekolahan untuk mencegah bahaya narkoba ini. Sebab, penikmat narkotika itu tidak hanya kalangan orang dewa saja, tapi posisinya sudah merambah dunia pelajar," jelasnya.

Menurutnya, sebagai upaya untuk melindungi generasi bangsa dari kejahatan narkoba harus dilakukan langkah - langkah preventif yang bertujuan memberikan kekebalan, sehingga meningkatnya imunitas dari penyalahgunaan narkoba.

"Langkah itu diambil sebagai solusi yang paling tepat untuk mematikan pangsa pasar narkoba di Kota Dumai maupun Indonesia sehingga daerah ini tidak lagi menjadi lahan yang subur bagi sindikat narkoba," pungkasnya.

[rdk/rdk]
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags NarkobaPWI
Komentar