Meranti Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Rabu, 06 Mei 2015 18:49 WIB
MERANTI - Jumlah temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada anak pada 2015 diperkirakan melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya.
Banyaknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak membuat Kabupaten Kepulauan Meranti dinyatakan sebagai daerah darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Sekretaris P2TP2A pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ira Movianti, Selasa (5/5/2015) mengatakan sepanjang 2013, terdapat 10 kasus, pada 2014 jumlahnya naik 15 kasus. Sedangkan per 18 Maret 2015 sudah terdapat 8 kasus, 5 kasus diantaranya kekerasan seksual terhadap anak.
"Kami perkirakan jumlahnya akan terus bertambah karena masih banyak kasus yang belum kami tangani. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan sehingga perlu segera dilakukan penanganan yang serius supaya angka kasus kekerasan seksual terhadap anak bisa ditekan," kata Ira.
Menurut Ira, yang lebih memprihatinkan lagi, kebanyakan dari para korban adalah anak di bawah umur. Bahkan, terdapat anak yang baru berusia 5 tahun yang menjadi korban kekerasan seksual pada tahun ini. Kondisi ini, tutur Ira, benar-benar membuat miris karena semakin parahnya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Jika tidak segera diatasi, lanjut Ira, hal ini bisa menjadi sebuah ancaman yang sangat berbahaya dan mengerikan. Menurut Ira, maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak bisa disebabkan beberapa faktor.
Di antaranya, penanganan yang kurang optimal serta lambannya pelaporan dari keluarga korban. Atau, banyak masyarakat yang enggan melapor karena alasan malu. Selain itu, kesadaran hukum dan penghormatan HAM terhadap perempuan dan anak yang masih rendah di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Untuk mengatasinya, Ira mengatakan, pada Juni nanti akan melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi bagi pelajar SMP dan SMA.
Sosialisasi tersebut diselenggarakan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Meranti, bekerja sama dengan P2TP2A, Polres Kepulauan Meranti, serta Dinas Pendikan Kabupaten Kepulauan Meranti.
(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

