Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter,
Pekerja Subkontraktor PT Duta Palma Tewas Mengenaskan
Senin, 20 Oktober 2014 19:36 WIB
DUMAI - Kecelakaan kerja hingga tewas di perusahaan kembali terjadi di Kota Dumai. Kejadian naas ini menimpa pekerja PT. Hobi Okta Prima Sub kontraktor PT. Duta Palma, di kawasan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, setelah jatuh dari ketinggian lebih kurang tujuh meter, Senin (20/10/14).
Korban Susanto (36) yang merupakan warga Ngawi, Kelurahan Widodaren, Jawa Timur mengalami kecelakaan kerja sekitar pukul 8.00 WIB, dan berhasil ditemukan oleh rekannya Ewi Susanto, pekerja di perusahaan yang sama.
Dimana korban terjatuh dengan kepala terlebih dahulu membentur ke tanah, Susanto menghembuskan nafas terakhir ketika dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Sungai Sembilan, guna mendapatkan pertolongan medis.
Menurut Abdullah (25) salah seorang rekan kerja korban mengatakan, pagi itu korban sedang melakukan pemasangan kontruksi bangunan perusahaan baru yang nantinya akan beroperasi.
Susanto memotong besi dengan menggunakan gergaji besi, tiba-tiba besi yang sudah terpotong menghantam Susanto, sehingga korban terlempar dan jatuh kebawah hingga akhirnya mengalami luka cukup parah.
Pada saat bekerja, korban diketahui tidak menggunakan Hody Harnes (pelindung badan) dan alat safety lainnya (K3) lengkap, sehingga ketika korban terjatuh dan terbentur ke tanah, kepalanya mengalami pendarahan hebat.
"Saat korban terjatuh, para rekan kerja langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas yang ada di kawasan Lubuk Gaung, kecamatan Sungai Sembilan. Namun kondisi luka korban cukup parah, akhirnya Susanto tewas dengan kondisi mengenaskan," ujarnya Abdullah.
Namun saat korban sampai ke Puskesmas, lanjutnya, disana korban menghembuskan nafas terakhirnya setelah menempuh perjalanan lebih kurang selama 15 menit, dengan demikian korban langsung dilarikan ke Pemulasaran Jenazah RSUD Kota Dumai guna dilakukan visum.
"Rencana korban akan dikebumikan di kampung halamannya yakni Jawa Timur dengan menggunakan transportasi udara dari Pekanbaru, karena seluruh keluarga dan sanak saudaranya berada disana, disini kami hanya merantau untuk mengais rezeki," tambahnya.
Petugas RSUD Kota Dumai kepada awak media mengatakan, bahwa kondisi korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Hasil pemeriksaan sendiri, kepala korban bagian kiri robek sepanjang sekitar tujuh centi meter.
Selain dari itu, beberapa bagian tubuh korban tepatnya di bagian kepala, hidung, telinga, dan mulut mengeluarkan darah segar dan tanda-tanda untuk selamat dari maut sangat minim, sebelum akhirnya korban tewas.
"Kita sudah melakukan visum kepada korban, dan ditemukan luka di bagian kepala kiri korban sepanjang tujuh centi meter, dan ada luka baru yang ditemukan yaitu luka robek di kaki, sementara dibeberapa organ tubuh lainnya terdapat luka-luka ringan," ujarnya.***(via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

