Peluru Polisi Tembus Perut Tersangka Penganiayaan di Meranti
Rabu, 04 Juni 2014 16:14 WIB
SELATPANJANG - Herman (21) seorang pemuda Parit Gantung Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Rabu (4/6/2014) meringis sakit saat menjalani perawatan di ruang IGD RSUD Selatpanjang setelah perut bagian kanannya ditembus timah panas dari senjata Anggota Polsek Ransang Barat.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti AKP Antoni L Gaol kepada sejumlah awak media mengatakan, pemuda berdarah Bugis tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena bertindak brutal dan sempat melukai dua anggota saat mau melakukan penangkapan di kediamannya.
Antoni menjelaskan, peristiwa itu bermula dari kerusuhan dan tindak penganiayaan pada Senin (2/6/14) lalu, sekira pukul 22.00 WIB oleh tersangka Herman terhadap Brigadir Sukrizal. Ia juga diduga merusak satu unit sepeda motor Honda Vario milik Brigadir Yayan di lokasi pesta pernikahan salah seorang anggota Aparat Kepolisian di Parit Pisang, Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat.
Setelah kerusuhan itu, Herman melarikan diri, dan pihak Kepolisian terus melakukan pengejaran, hingga akhirnya diketahui pada Rabu (4/6/14) pagi kalau pemuda itu sedang berada di rumahnya di Parit Gantung.
Saat itu juga empat orang anggota bersama Habibi -seorang anggota Linmas- mendatangi rumah Herman. "Setelah mengetahui kalau yang datang itu adalah polisi, tersangka berusaha kabur. Dan anggota saya berusaha mencegahnya," kata Antoni.
Meski sudah terkepung, pria kelahiran 1993 ini bukannya menyerah, malah memberi perlawanan hebat kepada Kepolisian. Dengan sebilah badik di tangan, ia terus menyerang dan melukai bagian dada Brigadir T. Erick dan dengan berutal menikam Brigadir Herianto di paha kanan.
Brigadir Herianto sempat dua kali melakukan tembakan peringatan, namun tersangka tidak memedulikan itu, bahkan ia sempat-sempatnya menyerang Habibi hingga mengalami luka parah di tangan akibat ditusuk dengan badik.
Mungkin tidak ada cara lain bagi polisi untuk melumpuhkan pria Bugis itu. Saat itulah Brigadir Herianto langsung menembak tepat di sisi kanan perut tersangka hingga tembus.
Meski sudah terluka, Herman tetap berhasil melarikan diri dari semak belukar hingga ke kediaman kerabatnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Dalam kondisi itu, polisi tidak berbuat banyak. Mereka hanya bisa membiarkan pelaku melarikan diri dan menyelamatkan rekan-rekannya yang terluka.
Mungkin Herman sudah terlalu banyak mengeluarkan darah, akhirnya ia pun lemas dan dibawa kerabat dan warga mencari perawatan hingga ketemu dengan aparat Kepolisian dan dibawa ke RSUD Selatpanjang.
"Kita juga masih menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan para saksi. Sementara tersangka belum bisa kita mintai keterangan, karena saat ini masih dalam perawatan. Selama di RS tersangka akan kita jaga ketat, jika nanti pihak rumah sakit membolehkan ia pulang baru kita bawa ke Polres untuk diperiksa," sebut Antoni.***(rud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

