Perampok Berhasil Jarah Harta IRT di Pekanbaru
Jumat, 20 Februari 2015 00:23 WIB
PEKANBARU - Belum lagi terungkap dua peristiwa perampokan bersenpi yang menggegerkan Pekanbaru pada Senin (16/02/15) dan Selasa (17/02/15) lalu, aksi perampokan di Kota Bertuah kembali mengganas.
Kejadian tersebut dialami Andrini Sulaiman di rumahnya Jalan Indrapuri Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (19/02/15) pukul 11.30 WIB siang.
Kapolsek Tenayan Raya, Komisaris Polisi Meilki Bharata menjelaskan, peristiwa mengerikan itu dialami korban saat baru saja pulang dari membeli obat.
Namun begitu sampai di rumah, korban langsung dipukul para pelaku dengan menggunakan kayu. Meski sempat melawan, namun karena kalah tenaga pelaku akhirnya bisa melumpuhkan korban hingga pingsan.
"Pelaku juga melakban, mengikat tangan korban dan menyekapnya. Pas kejadian, suami korban lagi tak berada di rumah. Dari hasil keterangan korban, pelaku berjumlah dua orang, tapi korban sama sekali tak mengenalnya," ujarnya menjawab riauterkini.com.
Selesai melumpuhkan korbannya, sambung Meilki, pelaku pun dengan leluasa menggasak harta benda korban berupa dua buah kalung emas, satu buah kalung berlian, empat buah gelang emas, dua unit handphone dan uang tunai Rp 11 juta.
Bahkan pelaku juga mengambil kartu ATM Mandiri serta kartu kredit yang ditaksir berisi uang tunai sebesar Rp 50 juta.
"Begitu selesai menjarah harta korban, pelaku kemudian melarikan diri. Korban baru bisa terbebas dari sekapan pelaku setelah anaknya, Lareta Rodia Putri (23) pulang dan melihat kondisi rumah berantakan," jelasnya.
"Disitulah anak korban melihat ibunya sedang terikat dan langsung melepaskan sang ibu. Tidak ada korban jiwa, sejauh ini kita masih lakukan penyelidikan," tandasnya.
(gas/rtc)
Kejadian tersebut dialami Andrini Sulaiman di rumahnya Jalan Indrapuri Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (19/02/15) pukul 11.30 WIB siang.
Kapolsek Tenayan Raya, Komisaris Polisi Meilki Bharata menjelaskan, peristiwa mengerikan itu dialami korban saat baru saja pulang dari membeli obat.
Namun begitu sampai di rumah, korban langsung dipukul para pelaku dengan menggunakan kayu. Meski sempat melawan, namun karena kalah tenaga pelaku akhirnya bisa melumpuhkan korban hingga pingsan.
"Pelaku juga melakban, mengikat tangan korban dan menyekapnya. Pas kejadian, suami korban lagi tak berada di rumah. Dari hasil keterangan korban, pelaku berjumlah dua orang, tapi korban sama sekali tak mengenalnya," ujarnya menjawab riauterkini.com.
Selesai melumpuhkan korbannya, sambung Meilki, pelaku pun dengan leluasa menggasak harta benda korban berupa dua buah kalung emas, satu buah kalung berlian, empat buah gelang emas, dua unit handphone dan uang tunai Rp 11 juta.
Bahkan pelaku juga mengambil kartu ATM Mandiri serta kartu kredit yang ditaksir berisi uang tunai sebesar Rp 50 juta.
"Begitu selesai menjarah harta korban, pelaku kemudian melarikan diri. Korban baru bisa terbebas dari sekapan pelaku setelah anaknya, Lareta Rodia Putri (23) pulang dan melihat kondisi rumah berantakan," jelasnya.
"Disitulah anak korban melihat ibunya sedang terikat dan langsung melepaskan sang ibu. Tidak ada korban jiwa, sejauh ini kita masih lakukan penyelidikan," tandasnya.
(gas/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

