- Home
- Lingkungan
- Bupati Rohil Sebut Alih Fungsi Lahan Ancaman Serius
Bupati Rohil Sebut Alih Fungsi Lahan Ancaman Serius
Jumat, 20 Februari 2015 00:57 WIB
ROKAN HILIR - Kegiatan alih fungsi lahan di daerah sentra produksi khususnya di Kabupaten Rohil dari pertanian menjadi komoditi lain seperti kelapa sawit, tampaknya sudah menjadi ancaman serius.
Melalui konsolidasi pelaksanaan upaya khusus (upsus) padi jagung dan kedelai, diharapkan potensi di sektor pertanian di wilayah Kabupaten Rohil dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
"Sebelumnya, luas lahan pertanian di Kabupaten Rohil mencapai sekitar 44 ribu hektare lebih. Dengan kondisi seperti itu, telah mengantarkan Rohil sebagai lumbung padi bagi Riau," kata Bupati Rohil, H Suyatno, Rabu (18/2) usai memimpin rapat konsolidasi.
Seiring dengan perjalanan waktu, lanjut Suyatno, lahan potensi di sektor pertanian tanaman pangan mengalami perubahan secara dratis.
"Dimana, lahan pertanian yang dimiliki hanya tinggal sekitar 12 ribu hektare. Melihat kondisi seperti sudah jelas bahwa alih fungsi lahan itu menjadi ancaman yang cukup serius," kata Suyatno.
Malahan, tambah Suyatno, dampak yang ditimbulkan sangat terasa. Di mana, posisi Kabupaten Rohil yang selalu berada di urutan pertama sebagai lumbung padi di Provinsi Riau, kondisinya sudah merosot.
"Melalui kegiatan konsolidasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi sektor pertanian. Artinya, potensi di sektor pertanian harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan," kata Suyatno.
Dengan semakin baiknya potensi di sektor pertanian, lanjut Suyatno, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kalau ekonomi masyarakat sudah membaik, maka tingkat kesejahteraan turut meningkat. Sehingga angka kemiskinan dapat terus berkurang," kata Suyatno.
Kendati secara posisi merosot sebagai lumbung padi bagi Provinsi Riau, namun Kabupaten Rohil masih menjadi daerah penghasil kedelai.
"Sektor tanaman kedelai kita masih cukup bagus. Kami mengharapkan kedelai yang sudah memiliki potensi yang cukup besar ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,'' kata Suyatno.
Sementara, dalam konsolidasi pelaksanaan Upsus padi jagung dan kedelai dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2017, diselingi dengan berbagai kegiatan.
Yakni melakukan penandatanganan fakta integritas dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, menyerahkan bantuan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Kecamatan Pekaitan, Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Bangkopusako.
"Sekali lagi, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat merumuskan sejumlah kebijakan. Sehingga, potensi di sektor pertanian itu dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,'' kata Suyatno.
(rdk/rpc)
Melalui konsolidasi pelaksanaan upaya khusus (upsus) padi jagung dan kedelai, diharapkan potensi di sektor pertanian di wilayah Kabupaten Rohil dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
"Sebelumnya, luas lahan pertanian di Kabupaten Rohil mencapai sekitar 44 ribu hektare lebih. Dengan kondisi seperti itu, telah mengantarkan Rohil sebagai lumbung padi bagi Riau," kata Bupati Rohil, H Suyatno, Rabu (18/2) usai memimpin rapat konsolidasi.
Seiring dengan perjalanan waktu, lanjut Suyatno, lahan potensi di sektor pertanian tanaman pangan mengalami perubahan secara dratis.
"Dimana, lahan pertanian yang dimiliki hanya tinggal sekitar 12 ribu hektare. Melihat kondisi seperti sudah jelas bahwa alih fungsi lahan itu menjadi ancaman yang cukup serius," kata Suyatno.
Malahan, tambah Suyatno, dampak yang ditimbulkan sangat terasa. Di mana, posisi Kabupaten Rohil yang selalu berada di urutan pertama sebagai lumbung padi di Provinsi Riau, kondisinya sudah merosot.
"Melalui kegiatan konsolidasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi sektor pertanian. Artinya, potensi di sektor pertanian harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan," kata Suyatno.
Dengan semakin baiknya potensi di sektor pertanian, lanjut Suyatno, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kalau ekonomi masyarakat sudah membaik, maka tingkat kesejahteraan turut meningkat. Sehingga angka kemiskinan dapat terus berkurang," kata Suyatno.
Kendati secara posisi merosot sebagai lumbung padi bagi Provinsi Riau, namun Kabupaten Rohil masih menjadi daerah penghasil kedelai.
"Sektor tanaman kedelai kita masih cukup bagus. Kami mengharapkan kedelai yang sudah memiliki potensi yang cukup besar ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,'' kata Suyatno.
Sementara, dalam konsolidasi pelaksanaan Upsus padi jagung dan kedelai dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2017, diselingi dengan berbagai kegiatan.
Yakni melakukan penandatanganan fakta integritas dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, menyerahkan bantuan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Kecamatan Pekaitan, Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Bangkopusako.
"Sekali lagi, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat merumuskan sejumlah kebijakan. Sehingga, potensi di sektor pertanian itu dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,'' kata Suyatno.
(rdk/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

