Perjuangan Masyarakat Pelalawan Rebut Blok Kampar Berlanjut
Rabu, 29 Oktober 2014 13:34 WIB
PELALAWAN - Setelah kemarin melakukan pemblokiran distribusi minyak PT Medco di Kecamatan Kerumutan, saat ini Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (FMPMBK) merancang akan melakukan aksi di objek vital PT Medco.
"Aksi ini terus menerus kita lakukan. Kini kita sedang merancang rencana aksi lanjutan FMPMBK yang dimotori unsur mahasiswa dan pemuda bersama eksponen masyarakat, mahasiswa dan pemuda Indragiri Hulu," terang juru bicara FMPMBK Tengku Zulmizan Assagaf, Rabu (29/10/14).
Pasca aksi sehari kemarin, kata Zulmizan, pihaknya melakukan koordinasi intens dengan masyarakat Inhu guna mengatur strategi aksi.
"Agenda aksi massa nantinya, di titik Main Office Medco di Lirik-Inhu, Kantor Perwakilan SKK Migas di Pekanbaru, Kantor Gubernur Riau, DPRD Riau dan di Jakarta yang meliputi Kantor Kementerian ESDM RI, DPR RI dan DPD RI," tambahnya. (Baca : Pemkab Pelalawan Tak Jamin Kelola Blok Kampar)
Pada prinsipnya, jelas Zulmizan, akan terus melakukan berbagai upaya perjuangan untuk merebut Blok Kampar ini. Mulai dari lobi-lobi dan diplomasi politik ke pusat kebijakan dan pengambil keputusan, menempuh jalur diplomasi dan administrasi pemerintahan, sampai aksi gerakan massa di semua lini.
"Agenda aksi tersebut akan terus dilakukan sampai perjuangan berhasil dan sampai kepada kesimpulan bahwa Pemerintah Pusat menyerahkan pengelolaan Blok Kampar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu melalui BUMD," tandasnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

