Lengkapi Laporan Lakakerja,
Pertamina Dumai Halangi Sidak Tim Disnakertrans
Senin, 30 September 2013 20:14 WIB
DUMAI, RIAUHEADLINE.COM- PT. Pertamina RU II Dumai, dinilai telah menghalang-halangi Tim Sidak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai, Senin (30/9/13) di wilayah operasional kilang minyak. Pasalnya, sejumlah tim dilarang mengabil foto dokumentasi sebagai data laporan terkait insiden laka kerja hingga menewaskan seorang pekerja beberapa waktu lalu.
Setya Saptayani selaku Tim Pegawai Pengawas Tenaga Kerja di Disnakertrans kota Dumai, sangat menyayangkan sikap Pertamina RU II Dumai yang membatasi langkah tim pengawas Disnakertrans. Dokumentasi sebenarnya sangat dibutuhkan untuk melengkapi laporan kecelakaan kerja di PT. Pertamina RU II Dumai ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
"Atas kejadian itu, Pertamina berjanji akan memberi foto atau dokumentasi lokasi kejadian ke Disnaker sebagai alat kelengkapan laporan ke kementerian terkait. Selain akan menyerahkan dokumentasi, Pertamina juga berjanji akan segera menyerahkan surat izin kerja aman yang pihaknya minta, serta surat izin penggunaan salah satu komponen coke yang menjadi pemicu terjadinya insiden kecelakaan kerja tersebut," katanya.
Usai melakukan sidak, kata perempuan berparas ayu, sejauh ini Disnaker belum dapat mengambil kesimpulan atas insiden yang menewaskan salah satu pekerja Out Sourching di PT Pertamina RU II Dumai. "Kita belum bisa simpulkan, karena hari ini kita melakukan Sidak untuk melakukan analisa apakah korban meninggal disebabkan tindakan yang berbahaya atau kondisi yang berbahaya. Kita masih kumpulkan dulu," akunya.
Sementara Kadisnaker Dumai, Amiruddin mengatakan, tujuan sidak tersebut, untuk kepentingan laporan kepada Walikota Dumai dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI, soal adanya insiden kecelakaan kerja hingga korban meninggal dunia.
'Sidak ini untuk melengkapi data-data penyebab kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu pekerja out sourching di PT. Pertamina RU II sebelum diserahkan kepada Walikota dan Kemenakertrans RI,' kata Amiruddin, disela-sela sidak.
Dikatakan Amiruddin, sidak ini juga untuk mengetahui penyebab meninggalnya Benget Beda Simanulang apakah disebabkan tindakan yang berbahaya atau kondisi yang berbahaya. Maka dari itu, perlu dilakukan sidak sebelum memberikan laporan resmi kepada pimpinan tertinggi.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

