• Home
  • Hukrim
  • Polda Riau Gulung 4 Pelaku 20 Kilogram Narkoba

Polda Riau Gulung 4 Pelaku 20 Kilogram Narkoba

Hadi Pramono Senin, 09 November 2020 17:36 WIB
PEKANBARU - Upaya pemberantasan narkoba oleh Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) patut diacungi jempol. Buktinya, 4 orang pelaku peredaran narkoba 20 kilogram shabu-shabu berhasil digulung.

Ini merupakan sindikat narkoba yang dikendalikan dari dalam lembaga permasyarakatan. Dalam konfrensi pers, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan dari 4 orang pelaku itu dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Ia menjelaskan, sindikat narkoba ini berhasil dibongkar setelah pada Jumat (23/11/20),  Tim Harimau Kampar Polda Riau mendapat informasi akan adanya upaya penyelundpan narkoba dari wilayah Rupat ke Kota Dumai.

"Kita lakukan penyelidikan dan 14 hari di wilayah pulau Rupat Bengkalis dan Kota Dumai untuk menindak lanjuti kebenaran informasi itu," terangnya, Senin (09/11/20).

Dari penyelidikan yang dilakukan selama dua pekan itu, akhirnya petugas berhasil mengumpulkan informasi sekaligus mengantongi ciri-ciri pelaku.

Selanjutnya, petugas melakukan pembuntutan terhadap salah satu mobil jenis Toyota Avanza warna hitam BM 1103 VV yang dikendarai dua orang. 

Tiba di wilayah Bukit Batu, Bengkalis petugas lantas melakukan penghadangan terhadap mobil tersebut. Namun sang supir yang diketahui bernama Hendra justru memacu mobilnya lebih kencang. 

Bukan hanya itu, Hendra juga sempat melakukan perlawanan yakni ingin menabrak petugas yang menghadang kala itu. Tak ingin kehilangan buruannya, petugas lantas memberikan tindakan tegas hingga Hendra meninggal dunia tertembus timah panas petugas.

"Hendra yang berperan sebagai driver tewas dalam penangkapan, saat ini masih di rumah sakit," bebernya.

Sementara, rekannya berinisial SB alias Syamsul berhasil diamankan. Dari dalam mobil yang dikendarai dua pelaku itu, petugas menemukan dua karung besar yang berisi 20 kilogram narkoba.

Dari pengambangan, Syamsul bercerita masih terdapat satu rekannya yang bertugas sebagai pemandu jalan agar penyelundupan barang haram itu berjalan mulus. Ia adalah SS alias Simson. 

" Simson ini mengaku sebagai polisi, agar aksi ketiganya itu berjalan lancar lantaran dikawal pelaku. Ia kita tangkap di sebuah kamar kontrakan di Kabupaten Pelalawan," terang Agung.

Simson sendiri diupah Rp40 juta dalam aksi peyelundupan itu.

Sementara satu orang lainnya yakni SE alias Pak Cik Itan yang merupakan salah satu napi di lapas Pekanbaru. Dia adalah pengendali jaringan itu. Namun, ia dikabarkan meninggal dunia beberapa jam sebelum jaringan itu terbongkar. 

Napi kasus narkoba dengan massa hukuman 4 tahun penjara itu meninggal dunia lantaran penyakit yang dideritanya. Ia juga sempat muntah darah sebelum dikabarkan meninggal dunia.

Dari jaringan ini, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti diantaranya yakni 20 bungkus besar sabu dikemas dengan kemasan minuman Mollo, satu unit mobil Avanza warna hitam BM 1103 VV, satu unit Toyota Yaris BK 1375 WA, tiga unit hp Nokia warna hitam, dua unit hp android jenis Samsung dan merk Nuqiq buatan Malaysia, satu unit dompet warna hitam, satu unit ATM BTN, satu ATM Mandiri.

Sementara dua pelaku yang tertangkap hidup-hidup kini dijerat dengan 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun. "Kita akan terus lakukan pendalaman dan buru pelaku lain," tandasnya.
Tags Hukuman MatiJaringan NarkobaNarkobaPolda Riau
Komentar