• Home
  • Hukrim
  • Polisi Buru Penyandang Dana Teroris Asal Riau

Polisi Buru Penyandang Dana Teroris Asal Riau

Hadi Pramono Rabu, 16 Mei 2018 14:41 WIB
PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau tengah telusuri penyandang dana dua terduga teroris yang tertangkap di wilayah Palembang awal pekan lalu. Informasi didapat, pemodal teroris ini berinisial D. 

Kepala Kepolisian Daerah Riau, Inspektur Jenderal Nandang, Selasa (15/05/18) saat ini pihaknya tengah menyelidiki seorang berinisial D yang digadang-gadang sebagai pemodal dua terduga teroris yang diamankan di wilayah Palembang. Dalam hal ini Polda Riau berkoordinasi dengan Densus 88 Anti Teror. 

"Kita bekerjasama dengan Densus masih menelusuri serta mendalami dugaan penyandang dana terduga teroris yang telah diamankan pihak Polda Sumatera Selatan," tuturnya. 

Nadang yang dikonfirmasi usai kegiatan Forum Kerukukan Umat Beragama (FKUB) juga menambahkan pihaknya bersama Polresta Pekanbaru juga tengah melakukan penggeledahan di sejumlah titik pasca penangkapan kedua terduga tersebut. Namun, Ia masih enggan untuk membeberkan terkait lokasi penggeledahan yang dilakukan. 

Sementara terkait jaringan, pihaknya juga belum mendapatkan informasi yang pasti dengan jaringan dua terduga teroris tersebut. " keduanya masih dalam tahap pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Sumsel," terangnya. 

Diketahui, dua terduga teroris tersebut masing-masing berinisial AA (39) dan HK (38). Dimana dua orang ini diamankan pada Senin (14/05/18) lalu. Dua terduga ini disebut-sebut merupakan warga Pekanbaru. 

Sebelumnya, kepada media Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan kedua pelaku diduga merupakan salah satu jaringan yang terlibat dalam aksi teror di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, beberapa waktu lalu. 

Menurut Zulkarnain, kedua terduga teroris itu bermaksud melakukan aksi teror di Mako Brimob Kelapa Dua setelah kerusuhan dengan narapidana teroris. Dari pengakuannya terduga tersebut, mereka akan berbuat amaliah di Mako Brimob Kelapa Dua. 

Sementara, saat ini Polda Sumsel juga terus berupaya memburu enam orang terduga teroris yang masih bebas berkeliaran. Enam buronan teroris itu kabur dalam penggerebekan sarang teroris di Kabupaten Muaraenim, Sumsel beberapa bulan lalu. Kondisi ini, dikhawatirkan jika tidak segera dibekuk, mereka akan menjadi lone wolf, istilah bagi pelaku tunggal teror. 

Mereka adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bermarkas di Jawa Barat. Dalam penggerebekan ini, 13 orang ditangkap, dan delapan ditetapkan menjadi tersangka. Jadi, Masih ada enam buronan lagi yang masih diburu.

(rdk/rtc)
Tags Polda RiauTeroris
Komentar