• Home
  • Hukrim
  • Polisi Ciduk Dua Perampok Juragan Karet di Pelalawan

Polisi Ciduk Dua Perampok Juragan Karet di Pelalawan

Jumat, 10 April 2015 11:38 WIB
PEKANBARU - Dua orang pelaku perampokan yang mengakibatkan korbannya tewas di Tempat Kejadian Perkara ditangkap anggota Reserse Polres Pelalawan. Karena melawan, kedua kaki pelaku yang tinggal tak jauh dari korbannya itu dihadiahi peluru.

Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga menghubungi merdeka.com Jumat (10/4) pagi mengatakan, kedua pelaku merupakan warga kecamatan Pangkalan Lesung kabupaten Pelalawan Riau. Korban atas nama Haji Maaruf, juragan getah karet yang dirampok kedua pelaku pada Jumat (3/4) pekan lalu.

"Keduanya ditangkap tadi malam Kamis (9/4). Kini diamankan Satreskrim guna penyidikan lebih lanjut, sementara seorang pelaku lagi masih dikejar," ujar AKBP Ade.

Menurut Ade, pihaknya terpaksa menembak kaki kedua pelaku dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih kecamatan Pangkalan Kerinci, karena berusaha melawan dan membahayakan keselamatan anggota yang menangkapnya.

"Kedua pelaku inisial So (18) dan rekannya Fe, keduanya sudah kenal dekat dengan korbannya," jelas Ade.

Diberitakan sebelumnya, Haji Maaruf, pria paruh baya yang dikenal baik kepada masyarakat ini menjadi korban perampokan hingga meninggal dunia. Kesehariannya sebagai tauke (juragan) getah karet, hidupnya berakhir ditangan perampok pada Jumat (3/4) sekitar pukul 03.30 WIB.

Haji Maaruf yang berdomisili di Kelurahan pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Riau ini, juga seorang tokoh masyarakat yang kerap berbaur dengan warga.

"Almarhum adalah tauke karet, dia juga tokoh masyarakat Pangkalan Lesung, dan memiliki kepribadian yang sangat baik, dan jagoan silat" ujar ketua Pemuda Pangkalan Lesung Abdul Nasib.

Abdul nasib mengatakan, menurut keterangan istri korban kepadanya, pelaku diperkirakan berjumlah empat orang. Sebelum beraksi pelaku sempat mematikan aliran listrik di rumahnya.

Korban dan keluarganya yang tengah tidur pulas tersadar mendengar suara gaduh dari kawanan rampok yang menggarongi rumahnya. Tak ayal, antara korban dan perampok terjadi perkelahian. Namun, jumlah pelaku yang begitu banyak membuat Maaruf tak berdaya saat dipukul benda keras pada bagian kepalanya.

"Korban terkapar dan meninggal. Diduga dipukul oleh benda keras pada bagian kepala," ujar Abdul Nasib menceritakan peristiwa tersebut.

Melihat korbannya tak berdaya, para perampok pun langsung menguras isi rumah korban dan berhasil membawa kabur uang tunai, namun belum bisa ditaksir berapa totalnya serta surat-surat berharga milik keluarga Maaruf.

"Bahkan, pelaku sempat membawa kabur mobil milik korban, namun di tinggalkan di jalan," kata dia.

(rdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar