Polresta Pekanbaru Ciduk Pelaku Cabul Keponakannya Sendiri
Rabu, 29 Oktober 2014 10:53 WIB
PEKANBARU - Polresta Pekanbaru berhasil menciduk seorang kuli bangunan, Sofyan (47), yang melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) inisial Y (16).
Ironisnya, siswi SMA itu adalah keponakannya sendiri dan sudah dilakukan berulang kali selama setahun.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratan mengatakan, penangkapan terhadap Sofyan sesuai dengan laporan pihak keluarga korban. Tim segera bertindak dengan melakukan penyelidikan dan meringkus pelaku.
"Atas laporan keluarga korban, kita langsung bergerak cepat dengan menangkap terlapor di kediamannya," kata Robert, Selasa (28/10) malam.
Robert menceritakan, perbuatan Sofyan terakhir terungkap saat bekerja di rumah orangtua korban, untuk melakukan renovasi dan pembangunan rumah.
Namun, pelaku malah mengambil kesempatan yang mana rumah itu dalam keadaan kosong ditinggal orangtua korban, sehingga pelaku gelap mata dan tega meniduri keponakannya sendiri.
"Korban mengalami kekerasan seksual selama setahun, penyidik sudah mengantongi sejumlah barang bukti untuk menjeratnya, yakni berupa hasil visum dari pihak kedokteran rumah sakit, pelaku pun sudah kita tahan guna proses penyidikan," ujarnya.
Atas kasus ini, Robert mengimbau kepada para orangtua untuk dapat selalu mengawasi aktivitas anak, baik di lingkungan rumah, lingkungan bermain, maupun di sekolah.
"Caranya, selalu mengawasi anak dan senantiasa waspada terhadap orang terdekat, karena pelaku pencabulan biasanya dilakukan oleh orang terdekat," paparnya.
Selain itu, Robert mengimbau para orangtua sebaiknya melakukan komunikasi yang rutin kepada anak, terkait semua kegiatannya. Sebab, peran orangtua juga sangat vital dalam memberi pelajaran.
Agar anak tidak mudah akrab dengan orang lain, khususnya yang baru saja dikenal, apalagi mereka yang mengiming-imingi anak dengan sejumlah hadiah dan sebagainya.
"Kita juga harapkan agar orangtua dan keluarga dapat memantau pergaulan anak, termasuk dengan kerabat yang dikenal. Karena tidak menutup kemungkinan, rasa percaya yang besar kepada kerabat, justru disalahartikan sehingga terjadi kekerasan seksual terhadap anak tersebut," imbuh Robert.
Sumber: merdeka.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

