• Home
  • Hukrim
  • Ratusan Pengunjung Panik Lihat Ramayana Pekanbaru Terbakar

Ratusan Pengunjung Panik Lihat Ramayana Pekanbaru Terbakar

Selasa, 08 Desember 2015 17:24 WIB
PEKANBARU - Ratusan pengunjung dibuat panik melihat munculnya asap hitam yang mengepul di lantai dasar Ramayana, Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (8/12/15) pukul 15.30 WIB sore. 

Asap itu muncul dari api yang menghanguskan beberapa kios yang berada di dalam pusat perbelanjaan yang lebih dikenal dengan nama Plaza Sukaramai tersebut. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Mustafa, api pertama kali muncul dari Toko Ujang Tando yang terletak di lantai dasar. 

Saat kejadian, sambungnya, toko dalam keadaan sepi karena pemiliknya tak berada di tempat. "Api dari toko Ujang Tando. Pas kebakaran, pemilik tokonya lagi keluar. Sepertinya (penyebab kebakaran) karena konsleting listrik," katanya di TKP. 

Tak hanya pemilik kios, ratusan pengunjung juga panik. Sebagian mereka berhamburan lari ke luar gedung, guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diturunkan, belum tampak kobaran api membesar, hanya saja kepulan asap kian memenuhi lantai dasar perbelanjaan Ramayana.

Pantauan di lokasi, kebakaran yang terjadi tak hanya membuat panik seluruh pengunjung Ramayana, tapi juga warga yang menetap di sekitar pusat perbelanjaan itu. Belum diketahui ada tidaknya korban jiwa atas peristiwa ini. Petugas pemadam kebakaran juga masih berjibaku menjinakkan api.

Terlihat pula tiga unit mobil Pemadam Kebakaran di lokasi, namun aksesnya terhalang sejumlah kendaraan roda empat yang terparkir di akses masuk maupun ke luar gedung. Tak pelak, ratusan orang saling berjibaku mendorong mobil tersebut. Seliweran terdengar teriakan pemilik kios.

Petugas keamanan di Plaza Sukaramai/Ramayana Jalan Sudirman Pekanbaru langsung mengevakuasi ratusan pengunjung dan pedagang pasca terbakarnya beberapa kios di lantai dasar pusat perbelanjaan tersebut. Apalagi, asap hitam juga masih mengepung area Ramayana sehingga membahayakan karena dapat membuat sesak nafas siapa saja. 

"Semuanya (pedagang dan pengunjung) sudah kita evakuasi keluar. Bahaya karena asapnya penuh di dalam (Ramayana). Bisa sesak nafas. Apinya dari lantai dasar," kata salah seorang satpam Ramayana, R Gultom kepada sejumlah awak media di lokasi kejadian kebakaran. 

Menurutnya, pekatnya asap hitam di dalam lokasi Ramayana sangat menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk mencari dan memadamkan sumber api. Pasalnya, selain menyesakkan pernapasan, suasana di dalam gedung Ramayana juga gelap gulita tanpa penerangan. 

Kendaraan Milik Pengunjung Tak Bisa Dievakuasi

Puluhan pengunjung pusat perbelanjaan Ramayana, Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (8/12/2015) sore tampak panik, lantaran tidak bisa menyelamatkan sepeda motor mereka yang terparkir di lantai satu, dua dan lantai atas pusat perbelanjaan ini.

Mereka tak sempat mengambil sepeda motor yang terparkir, lantaran asap pekat sudah menggerubungi area parkiran yang berada di sisi belakang gedung Ramayana. Saat akan naik, pemilik sepeda motor ini dihadang pihak keamanan, mengingat kondisinya sudah berbahaya.

"Pak tolong, motor saya masih di atas," ujar salahseorang ibu-ibu sambil menangis. "Buk, bukan kami melarang, ibu lihat asapnya sudah pekat, nanti gara-gara motor,nyawa ibu tak selamat," tegas sekuriti Ramayana meyakinkan si ibu tersebut.

Wartawan yang mencoba menyisip masuk hingga ke lantai dua menyaksikan, kalau asap hitam memang sudah memenuhi kawasan parkiran. Bahkan asap tersebut menyulitkan pandangan dan membuat mata perih. Terlihat samar-samar, ada beberapa kendaraan masih terpakir disana.

Sedangkan di lantai dasar, terlihat puluhan sekuriti, polisi dan regu Damkar menjaga ketat setiap pintu masuk, guna mencegah adanya pemilik kios yang nekat menerobos ke dalam untuk menyelamatkan barang. Pasalnya, asap pekat pasti akan membahayakan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, asap masih membumbung tinggi, namun belum terlihat dimana posisi api berada. Menurut informasi yang dihimpun, sumber api berada di lantai dasar. Sayangnya regu Damkar kesulitan untuk akses masuk disebabkan pekatnya asap. Bahkan regu Damkar mengerahkan mesin blower untuk menyedot asap ini. 

(rdk/grc/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar