Ratusan Warga Kecamatan Dumai Demo Kantor Pelindo
Senin, 09 Desember 2013 12:38 WIB
DUMAI - Warga Kecamatan Dumai Kota turun ke Jalan Datuk Laksaman memprotes sikap PT Pelindo I Cabang Dumai yang hingga saat ini tak kunjung membikin parit temubus ke laut. PT Pelindo dinilai ingkar janji dari kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Kota Dumai pada tahun 2005 lalu.
Tidak hanya menggelar aksi turun ke jalanan, tapi ratusan warga juga berupaya menjebol pagar dan tembok di kawasan milik PT Pelindo tersebut. Persisnya, berada di depan Jalan Kamboja. Mereka berupaya untuk menjebol sebagai aksi agar PT Pelindo kembali membikin parit tembus ke laut.
“Dulu, di sinilah parit nenek moyang kami. Parit besar tersebus ke laut itu dulunya bisa dilewati kapal motor. Namun, semenjak Pelindo ada, parit tersebut ditutup habis. Sejak itulah kami selalu direndam banjir tatkala hujan turun,” kata Syamsul, seorang warga Jalan Kamboja, Ahad (8/12/13).
Menurutnya, keberadaan Pelindo hanya menyusahkan masyarakat. Selain memberikan sumbangan pencemaran udara, Pelindo juga memberikan kontribusi atas terendamnya rumah-rumah warga. Pasalnya, Pelindo telah menutup parit yang ada, dengan bangunan-bangunan dan tangki timbun yang ada di kawasan pelabuhan.
Untuk mengingatkan kembali, Pelindo dan Pemerintah Kota Dumai pernah membuat kesepakatan pada tahun 2005 lalu dalam mengatasi banjir di daerah ini. Dimana pembangunan parit di wilayah darat dilaksanakan Pemko Dumai dan pembangunan parit tembus ke laut adalah tanggung jawab PT Pelindo.
Namun, kesepakatan yang telah dibuat sejak masa kepemimpinan Zulkifli As dan Sunaryo itu hingga kini tak dilaksanakan. Pemerintah Kota Dumai sudah dua kali membangun parit di wilayah darat, tapi Pelindo hingga kini tak kunjung membuat parit hingga tembus ke laut.
“Tak ada gunanya pemko bangun parit besar-besar, kalau Pelindo tak membangun parit tembus ke laut Jadinya wilayah kami masih terendam banjir seperti ini jika sudah masuk musim penghujan," ucap Syamsul dengan memberang.***(had)
Tidak hanya menggelar aksi turun ke jalanan, tapi ratusan warga juga berupaya menjebol pagar dan tembok di kawasan milik PT Pelindo tersebut. Persisnya, berada di depan Jalan Kamboja. Mereka berupaya untuk menjebol sebagai aksi agar PT Pelindo kembali membikin parit tembus ke laut.
“Dulu, di sinilah parit nenek moyang kami. Parit besar tersebus ke laut itu dulunya bisa dilewati kapal motor. Namun, semenjak Pelindo ada, parit tersebut ditutup habis. Sejak itulah kami selalu direndam banjir tatkala hujan turun,” kata Syamsul, seorang warga Jalan Kamboja, Ahad (8/12/13).
Menurutnya, keberadaan Pelindo hanya menyusahkan masyarakat. Selain memberikan sumbangan pencemaran udara, Pelindo juga memberikan kontribusi atas terendamnya rumah-rumah warga. Pasalnya, Pelindo telah menutup parit yang ada, dengan bangunan-bangunan dan tangki timbun yang ada di kawasan pelabuhan.
Untuk mengingatkan kembali, Pelindo dan Pemerintah Kota Dumai pernah membuat kesepakatan pada tahun 2005 lalu dalam mengatasi banjir di daerah ini. Dimana pembangunan parit di wilayah darat dilaksanakan Pemko Dumai dan pembangunan parit tembus ke laut adalah tanggung jawab PT Pelindo.
Namun, kesepakatan yang telah dibuat sejak masa kepemimpinan Zulkifli As dan Sunaryo itu hingga kini tak dilaksanakan. Pemerintah Kota Dumai sudah dua kali membangun parit di wilayah darat, tapi Pelindo hingga kini tak kunjung membuat parit hingga tembus ke laut.
“Tak ada gunanya pemko bangun parit besar-besar, kalau Pelindo tak membangun parit tembus ke laut Jadinya wilayah kami masih terendam banjir seperti ini jika sudah masuk musim penghujan," ucap Syamsul dengan memberang.***(had)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

