• Home
  • Hukrim
  • Rekonstruksi Pembunuhan Karyawan Angkringan Peragakan 30 Adegan di Pekanbaru

Rekonstruksi Pembunuhan Karyawan Angkringan Peragakan 30 Adegan di Pekanbaru

Kamis, 23 April 2015 16:32 WIB
PEKANBARU - Polsek Bukit Raya menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis yang menimpa Muhammad Zainul Arifin (25), karyawan angkringan yang ditemukan tewas di dalam parit di Jalan Karya III, Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Jum'at (27/03/15 silam. 

Turut disaksikan pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru, reka ulang pembunuhan tersebut langsung diperagakan oleh tersangka tunggal Randahan (19), Kamis (23/04/15) siang. 

Memperagakan 30 adegan, satu demi satu peristiwa Jumat berdarah itu tergambar jelas. Dimulai pada adegan 1 dan 2 tersangka lebih dulu mendatangi angkringan korban hingga keduanya saling berbincang. 

Di saat itulah korban mengejek tersangka ompong, kurus dan menudingnya sebagai pemakai narkoba. Merasa tak terima, di angkringan itulah tersangka sudah berniat untuk menghabisi nyawa temannya tersebut. 

"Untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara dan menggambarkan rangkaian tindak pidana yang dilakukan tersangka, dalam rekonstruksi ini kita juga menghadirkan pihak kejaksaan. Ada 30 total adegan yang diperagakan tersangka," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bukit Raya, AKP Arry Prasetyo kepada riauterkini.com. 

Melanjutkan rentetan adegan berikutnya, selain ada korban dan tersangka, tak berapa lama datang pula Chandra Hasyim Siregar (saksi) dan Roma Riski Siregar. Namun sekitar pukul 02.30 WIB dinihari, keduanya berpamitan pulang kepada korban dan tersangka. 

Menyusul kemudian tersangka Randahan juga pergi meninggalkan korban dan menuju Planet Swalayan yang berada persis di depan angkringan. 

Tepat pukul 03.00 WIB, tersangka melihat korban sedang berbenah menutup angkringan sambil membereskan barang dagangannya. Melihat hal itu, tersangka lalu mendatangi korban dan membantunya. 

Setelah semua selesai, tersangka kembali ke Planet Swalayan, sedangkan korban pulang ke kediamannya di Jalan Pasir Putih dengan mengendarai motor Revo warna hitam biru. 

Namun saat melintas di depan Planet Swalayan, tersangka tiba-tiba memanggil korban dan meminta tolong diantarkan pulang ke kos-kosan. Tak merasa curiga, korban pun menyanggupi permintaan tersebut. 

Korban membawa sepeda motor sementara tersangka berada di belakang dengan posisi dibonceng. Kala itu, saksi lainnya, Najaruddin juga menyaksikan persis korban memboncengi tersangka untuk mengantarnya ke kos-kosan. 

Memasuki adegan ke 10, keduanya akhirnya sampai di kos-kosan tersangka, di Jalan Pasir Putih Gg Surya Baru. Awal petaka pun dimulai, begitu sampai, tersangka langsung masuk ke dalam kos untuk mengambil sebilah pisau dari dalam kamar lalu membungkusnya dengan kertas koran dan menyelipkan pisau itu di dekat perut. Korban sendiri masih menunggu di atas sepeda motor. 

Begitu keluar kos, tersangka kemudian mengajak korban balik ke Planet Swalayan dengan melewati jalan pintas di Jalan Karya III (TKP). Disitulah eksekusi berlangsung. Agar niatnya berjalan mulus, tersangka juga meminta kepada korban untuk berhenti di sebuah rumah kosong di TKP. 

Alasannya, tersangka ingin buang air kecil. Namun naas, saat menghentikan laju motornya, tersangka justru menikamkan sebilah pisau ke punggung korban. Tikaman demi tikaman itu tergambar di adegan 20, 21 dan 22. Sewaktu punggung ditikam, korban masih sempat menoleh ke arah tersangka, tapi tersangka kembali menikamkan pisaunya ke arah leher korban 

"Mereka (korban dan tersangka ) lalu sama-sama jatuh dari motor. Posisi korban terlentang dan ditusuk lagi oleh tersangka di bagian perut, dagu, dada dan perut. Korban ditusuk berulang kali sampai 27 tusukan," tutur Arry menceritakan adegan yang dipraktekkan tersangka. 

Setelah dipastikan tewas, jasad korban kemudian diseret oleh tersangka dan dimasukkan ke dalam parit. Di adegan ke 28 dan 29, tersangka juga membuang pisau yang digunakannya dan mengambil handphone, dompet serta sepeda motor milik korban. Menutup semua proses reka ulang, pada adegan ke 30, tersangka langsung pergi meninggalkan jasad temannya tersebut.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pekanbaru
Komentar