• Home
  • Hukrim
  • Resmi Sudah Walikota Dumai Polisikan Haji Gedang

Resmi Sudah Walikota Dumai Polisikan Haji Gedang

Hadi Pramono Kamis, 25 Januari 2018 22:33 WIB
DUMAI - Walikota Dumai Zulkifli AS resmi sudah melaporkan Awaluddin alias Haji Gedang ke Polres Dumai atas dugaan kasus pencemaran nama baik, Kamis (25/1/18).

Untuk menuntaskan kasus dugaan pencemaran nama baik ini, Zulkifli AS menunjuk Zamril SH sebagai Kuasa Hukum dan Kabag Hukum Sekretariat Pemko Dumai Dede Mirza SH.

"Kami sebagai penerima kuasa Walikota Dumai Zulkifli AS sudah resmi melaporkan kasus ini ke Polres Dumai. Jadi kami serahkan proses selanjutnya ke Polres Dumai," kata Dede Mirza.

Sebelum dilakukan pelaporan secara resmi, kata dia, pihaknya sudah berkordinasi terlebih dahulu dengan Unit II Satreskrim Polres Dumai untuk melengkapi bukti berupa video Awaluddin.

"Sebelum buat laporan secara resmi kita kordinasi dengan polisi untuk kelengkapan barang bukti. Jadi sekarang prosesnya sudah di tangan polisi dan kita tinggal menunggu saja," jelasnya.

Sementara Pengelola Pasar Panglimo Gedang, Awaluddin atau Haji Gedang mempersilahkan Walikota Dumai, Zulkifli AS melaporkan dirinya ke Polres Dumai. Gedang mengetahui Kabag Hukum Setdako Dumai yang melaporkan dirinya.

"Haji Gedang adalah putra Melayu kelahiran Dumai. Ia tidak akan melawan pemerintah dan tidak menentang Pemimpin Kota Dumai," ujar Awaluddin lewat sambungan ponsel, Kamis sore.

Menurutnya, aparat hukum harus berkomunikasi dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bila hendak memproses hukum Awaluddin. Ia merupakan bagian dari LAMR. "Jadi aparat hukum harus temui LAMR sebelum memproses saya," terangnya.

Awaluddin mengaku dirinya sedang berada di Jakarta. Ia mengaku tidak sesumbar saat menyebut adanya dugaan suap oleh Walikota Dumai melalui Kepala Dinas Perdagangan Dumai, Zulkarnaen.

Ia mengklaim sudah memegang banyak bukti terkait dugaan suap tersebut. Satu barang bukti yakni rekaman saat hendak membagi uang suap di dalam mobil dinas. Ia juga sudah memegang bukti dugaan korupsi pembangunan Pasar Kelakap Tujuh. 

Hal ini juga jadi alasan dirinya belum pindah dari ke pasar itu. "Saya tidak akan melaporkan ini, saya belum akan membuka bukti-bukti ini," ujar Awaluddin dengan nada lantang dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Awaluddin mengaku berada di Jakarta untuk sejumlah agenda. Seperti kordinasi sentra info bela negara dengan Komnas HAM RI. Ia ingin menyampaikan kondisi terkini Pasar Panglimo Gedang.

Ia memgklaim pembangunan pasar ini adalah bentuk dukungan program Presiden RI, Jokowi. "Jadi sesuai instrukai Bapak Jokowi untuk mendirikan 1000 pasar. Saya ikut menyukseskan program nasional," klaim Awaluddin.

Ia juga memperingatkan Patra Niaga, agar tidak menyentuh lahan Pasar Panglimo Gedang. Ia menyebut pihak Patra Niaga tidak ada hubungan dengan lahan itu. Ia meminta surat putusan pengadilan bila hendak mengeksekusi pasar tersebut.

"Kalau mau eksekusi jangan membabi buta begitu. Kalau ada suratnya perlihatkan, ya silahkan eksekusi. Kami sebagai rakyat tidak akan melawan pemerintah, tapi semua itu harus ada dasar hukum yang jelas," tegas Awaluddin.

Informasi terkini, kabarnya Walikota Dumai Zulkifli As sedang menuju ke Jakarta. Tapi belum diketahui apa agendanya ke Jakarta. Apakah urusan dinas atau menemui Awaluddin yang secara resmi sudah dilaporkan oleh kuasa hukumnya ke Polres Dumai.

(zik/zik)
Tags Gusur PedagangPedagangPolres DumaiRelokasi PedagangSuapWalikota-DumaiWalikota Dumai
Komentar