Rusli Ahmad-Saut Sampaikan Tiga Alasan Pembubaran Konferda SPSI Riau
Sabtu, 09 Mei 2015 17:26 WIB
PEKANBARU - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Riau versi kubu Rusli Ahmad-Saut Sihaloho menganggap, pembubaran paksa acara Konferensi Daerah Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi (Konferda) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) kubu Herman-Nursal Tanjung memang pantas dilakukan.
Menurut Rusli, ada beberapa alasan. Pertama tidak izin dari kepolisian. Kedua konplik internal persoalan KSPSI di Riau belum tuntas karena hanya mementingkan kepentingan kubu Herman-Nursal Tanjung, ketiga kegiatan Konferda diselenggarakan di Gedung Daerah milik pemerintah yang beserta fasilitasnya.
"Prinsipnya kami tidak mempermasalahkan Konferda ini. Tapi selesaikan dulu persoalan KSPSI Riau. Ini tidak, udahlah kegiatan diselenggarakan di Gedung Daerah, penyambutannya juga menggunakan fasilitas pemerintah, tak berizin pula," kata Rusli, saat menggelar konfrensi pers di Arya Duta, usai membubarkan paksa Konferda KSPSI kubu Herman-Nursal Tanjung, Sabtu (9/5/15).
Rusli menegaskan, sangat menghormati kehadiran Yoris, meski pada pembubaran paksa oleh ratusan massa dari kubu KSPSI kubunya itu Yoris sedang memberikan kata sambutan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi juga hadir saat itu. Akan tetapi, memontum ini justru harus dijadikan pertanyaan, benarkah sudah terjadi rekonsiliasi yang selama ini digembor-gemborkan kubu Herman-Nursal Tanjung.
"Jawabannya tentu saja tidak. Ternyata banyak kepengurusan dari berbagai daerah melakukan penolakan termasuk dengan Konferda ini," tegas Rusli Ahmad.
Karena itu pula kami sekaligus mengingatkan, agar Yoris selaku Ketua Umum KSPSI hasil rekonsiliasi di pusat, kembali mengevaluasi KSPSI kubu Herman-Nursal Tanjung. Banyaknya terjadi penolakan di sana-sini harusnya menjadi pertanyaan yang harus ditindaklanjuti.
"Karena itu, jangan satu versi saja. Harusnya bang Yoris juga mendengar dari pihak lain," ungkap mantan anggota DPR Riau ini.
Ahmad bahkan mengklaim, ratusan massa yang merengek masuk ke ruangan Gedung Daerah ketika Konferda digelar, masih terbilang sedikit. Mengingat pihaknya sengaja membatasi, agar jangan sampai aksi anarkis. Pada hal, ratusan massa lainnya yang berasal dari berbagai konfederasi di daerah sudah menyatakan siap datang untuk membubarkan acara.
"Kami tidak berdemo, tapi cuma menyampaikan aspirasi. Supaya Ketua Umum tahu, apakah pihak Nursal yang benar atau tidak. Ternyata kami lebih banyak. Artinya kami benar. Dan ini amanat kepengurusan terdiri dari daerah," ujar Rusli Ahmad lagi.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris KSPSI Saut Sihaloho. Menurutnya Konferda ini seharusnya tidak perlu dilaksanakan, sebelum selesainya persoalan dualisme KSPSI di Riau. Dia bahkan mengaku sudah meminta agar kegiatan Konferda tidak atau setidaknya ditunda pelaksanaanya.
Tetapi karena usaha ini sepertinya belum menemui penyelesaian, maka berdasarkan aspirasi dari berbagai daerah yang tetap menolak tegas digelarnya Konferda, akhirnya aksi pembubaran pun tak terhindarkan.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait

